Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Direktur Utama PDAM Minta Maaf: Produksi Dipaksakan, Air Bersih di Barito Utara Berujung Keruh

Agus Pramono • Selasa, 6 Januari 2026 | 20:54 WIB
PDAM Barito Utara.RENO/KALTENG POS
PDAM Barito Utara.RENO/KALTENG POS

 

MUARA TEWEH - Direktur Utama PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, secara resmi meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas frekuensi air keruh yang dialami dalam distribusi air belakangan ini.

"Saya meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamannya,"ucapnya.

Permintaan maaf ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidakoptimalan layanan.

Permasalahan ini diakui telah berlangsung cukup lama dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang bergantung pada layanan air bersih.

Masalah utama terletak pada ketidakseimbangan antara kapasitas produksi air bersih dengan jumlah pelanggan yang harus dilayani.

Infrastruktur yang ada saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah.

Kondisi ini memaksa PDAM untuk beroperasi di luar batas kemampuan ideal instalasi pengolahannya.

Roosmanjaya Anor memberikan gambaran konkret dengan menyoroti kondisi di Muara Teweh. Ia mengungkapkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah tersebut seharusnya beroperasi pada kapasitas maksimal 10 liter per detik untuk menjaga kualitas pengolahan. 

"Karena kita kekurangan IPA, kita operasikan di atas 10 liter per detik. Sehingga endapannya itu tidak sempurna, karena di sisi kecepatan sudah melebihi kapasitas seharusnya," paparnya saat ditemui Kalteng Pos pada Selasa, (6/1/2026). 

Operasi yang melampaui kapasitas terpasang tersebut mengakibatkan proses pengendapan dan penyaringan kotoran dalam air tidak dapat berlangsung secara optimal.

Aliran air yang terlalu cepat menyebabkan partikel-partikel halus tidak sempat mengendap dan akhirnya terbawa hingga ke kran pelanggan.

Dampak langsungnya, air yang disalurkan sering kali tampak keruh dan tidak memenuhi standar kejernihan yang diharapkan.

 

Menambah infrastruktur solusi jangka menengah

Sebagai solusi jangka menengah, manajemen PDAM telah menyiapkan rencana untuk menambah infrastruktur pengolahan air yang baru.

Upaya ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam tahun berjalan untuk meringankan beban sistem yang ada. 

"Semoga tahun ini bisa terealisasi penambahan IPA, sehingga untuk operasionalnya nanti distribusinya benar-benar sesuai target di bawah 50 liter per detik," terang Roosmanjaya.

Dengan demikian, telah muncul kesadaran akan urgensi penambahan dan peremajaan infrastruktur PDAM.

Masyarakat kini menantikan realisasi dari janji perbaikan tersebut agar masalah air keruh dapat segera diatasi dan tidak terulang di masa mendatang, menjamin hak dasar warga atas air bersih yang layak. (ren)

Editor : Agus Pramono
#air keruh #minta maaf #pdam #barito utara #air pdam keruh #pelanggan pdam