Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata

Jangan Kecele Dulu, Inilah Bocoran Alur Cerita Tanah Dayak, Judul Film Horor Dayak Pertama yang Berlatar Tragedi Sampit

Agus Pramono • Jumat, 6 Februari 2026 - 12:30 WIB
Sutradara Tarmizi Abka dengan cover film Tanah Dayak
Sutradara Tarmizi Abka dengan cover film Tanah Dayak

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Peristiwa Tragedi Sampit yang terjadi pada tahun 2001 silam bukan hanya menyisakan sejarah, tetapi juga menyimpan berbagai cerita mistis yang hidup di tengah masyarakat. Unsur inilah yang kemudian coba diangkat dan menjadi benih lahirnya film horor berjudul Tanah Dayak.

Kekayaan budaya, adat istiadat, serta nuansa spiritual masyarakat Dayak menjadi fondasi utama dalam penggarapan film yang digarap oleh rumah produksi Borneo Picture itu.

Film yang diproduseri oleh Andri Aan dan disutradarai oleh Tarmizi Abka ini mengangkat tragedi sejarah dengan pendekatan budaya dan spiritual, bukan sekadar horor visual semata.

Film ini, kata dia, tidak menyoroti konflik berdarahnya, melainkan sisi horor spiritual yang mengiringinya.

“Orang tahunya tragedi Sampit itu soal pembunuhan dan kekerasan. Tapi kita tidak ke situ. Kita fokus ke horor mistis di balik peristiwa itu. Kalau masuk ke daerah orang lain kan harus ada tatakrama, ada adat. Itu yang kita angkat. Peristiwa Sampit hanya sebagai latar,” ujarnya saat dibincangi kaltengpos.jawapos.com, Jumat (6/2/2026).

Film ini bercerita tentang sejumlah wartawan yang datang ke pedalaman Dayak untuk meliput tragedi Sampit.

Namun, kedatangan mereka tanpa sikap hormat terhadap adat setempat justru menjadi awal petaka. Kamera dibawa, tetapi nilai-nilai lokal diabaikan.

Larangan adat dilanggar, peringatan leluhur dianggap usang, hingga batas antara dunia manusia dan dunia spiritual perlahan terbuka.

Situasi itu memunculkan berbagai peristiwa ganjil dan teror mistis. Film Tanah Dayak tidak hanya menawarkan horor, tetapi juga pesan tentang adat yang dilanggar, tanah yang dilecehkan, serta arwah yang menuntut keseimbangan alam dan kehidupan.

Cari pemeran lokal

Saat ini proses pembuatan film tersebut masih dalam tahap praproduksi. Tim produksi Tengah melangsungkan casting yang rencananya digelar di Pangkalan Bun pada Sabtu (7/2/2026) besok. Mereka mencari talenta lokal yang akan ikut dalam film tersebut.

Selain pemeran, mereka juga Tengah mencari penyanyi yang akan mengisi soundtrack film tersebut. Sebelumnya, casting online dibuka sejak 30 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan diikuti 2.258 pendaftar. Selain pemeran asli Kalimantan, film ini juga akan melibatkan sejumlah aktor dan aktris ibu kota.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#larangan adat #Tanah Dayak #masyarakat dayak #tragedi sampit #pendekatan budaya #pangkalan bun #pembunuhan #keseimbangan alam #talenta lokal #tarmizi abka #casting #cerita mistis