Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kejadian Pilu di Dermaga Penyeberangan Sampit: Bocah Terjepit Badan Kapal Fery

Agus Pramono • Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:33 WIB
Lokasi dermaga Fery Penyeberangan Sampit.MIFTAH/KALTENG POS
Lokasi dermaga Fery Penyeberangan Sampit.MIFTAH/KALTENG POS

 

SAMPIT– Nasib nahas dialami seorang bocah berusia lima tahun di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia meninggal dunia usai tercebur di dermaga penyeberangan feri hingga kepalanya terjepit kapal dan besi tempat tambat, Selasa (21/10/2025).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban dan orang tuanya ingin menyeberang. Korban kemudian terjatuh dari atas kapal.

Tak berselang lama, kepala korban muncul ke permukaan. Hal itu berbarengan dengan keberangkatan kapal. Kepala korban yang kala itu timbul di pinggir dermaga terjepit kapal feri yang hendak berlabuh.

Seorang warga bernama Darsono (51) menjadi saksi sekaligus orang pertama yang berusaha menolong korban.

Pria yang berjualan bakso di sekitar dermaga itu mengaku mendengar teriakan dari arah dermaga penyeberangan. Hal itu membuatnya langsung mendatangi lokasi kejadian. 

“Waktu itu kapal sudah siap berangkat ke Seranau. Saya dengar ada teriakan. Waktu daya lihat kakinya sudah jatuh ke air,” ucap Darsono saat ditemui.

Tanpa pikir panjang, ia langsung melompat ke sungai. Namun, upayanya tak membuahkan hasil. Saat berhasil mengangkat korban ke dermaga, bocah itu sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia berusaha membalikkan badan korban agar air di dalam tubuhnya keluar. Namun, ia justru menemukan darah bercucuran dari kepala korban. 

“Saya pikir pingsan, tapi ternyata malah keluar darah dari kepalanya,” ungkapnya. 

Darsono menduga darah itu berasal dari luka parah di kepala bocah tersebut. Ia menuturkan, kapal sempat mulai bergerak beberapa saat setelah bocah itu jatuh. 

“Kapalnya baru maju sedikit, sekitar satu meter dari dermaga, mungkin pas itu kepalanya kejepit,” katanya.

Menurutnya, orang tua korban berada di bagian depan kapal saat peristiwa terjadi sehingga tidak sempat melihat anaknya terjatuh. 

“Katanya orang tuanya di depan, jadi mungkin nggak tahu kalau anaknya sudah jatuh,” tambahnya.

Warga yang melihat kejadian itu langsung membantu mengangkat korban ke atas dermaga dan membawanya ke rumah sakit. Namun, nyawa bocah malang itu tidak tertolong. Korban kemudian langsung dimakamkan Selasa Sore di Kecamatan Seranau. 

“Saya cuma kasihan. Niatnya cuma bantu, tapi Tuhan berkehendak lain,” tuturnya. (mif/ram)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#Fery penyeberangan #terjepit #sampit #bocah lima tahun