Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Proses Belajar Terhenti, Kemenag Kalteng Koordinasi Penanganan Pascakebakaran Dua Madrasah di Kasongan

Agus Pramono • Senin, 26 Januari 2026 | 14:08 WIB
MIN 1 Katingan dan MTs Al Badar terdampak kebakaran.KANWIL KEMENAG
MIN 1 Katingan dan MTs Al Badar terdampak kebakaran.KANWIL KEMENAG

KASONGAN-Kebakaran meluluhlantakkan bangunan yang ada di Kompleks Pasar Kasongan Jalan Bungai, Kabupaten Katingan pada Minggu (25/1/2026).

Selain bangunan rumah warga, ada dua sarana pendidikan yang terdampak. Yaitu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Badar yang berlokasi di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan.

Para peserta didik pun saat ini belum bisa melaksanakan proses belajar mengajar. Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan madrasah yang digunakan untuk dua jenjang pendidikan dalam satu lokasi.

Berdasarkan data sementara, bangunan MIN 1 Katingan yang terdampak kebakaran terdiri dari 8 ruang kelas, 1 ruang kantor, 1 ruang guru, serta fasilitas WC guru dan murid.

Sementara itu, pada jenjang MTs Al Badar, bangunan yang terdampak meliputi 2 ruang kelas dan 1 ruang kantor. Seluruh ruangan tersebut merupakan fasilitas utama penunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalteng, H Muhammad Yusi Abdhian, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa madrasah tersebut.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius jajaran Kementerian Agama, khususnya dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan bagi para peserta didik.

“Kami turut prihatin dan berduka atas musibah kebakaran yang menimpa MIN 1 Katingan dan MTs Al Badar. Madrasah adalah aset umat dan negara, sehingga musibah ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk segera dicarikan solusi terbaik,” ujar Yusi Abdhian.

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Kalteng menekankan bahwa keselamatan warga madrasah merupakan prioritas utama. Ia bersyukur karena dalam peristiwa tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian material tentu cukup besar dan berdampak langsung pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami akan bergerak cepat agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung, meskipun dengan berbagai penyesuaian,” tambahnya.

Kakanwil juga menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan beserta jajaran untuk segera melakukan pendataan dan asesmen kerusakan secara menyeluruh, serta melaporkannya secara resmi kepada Kanwil Kemenag Kalteng.

“Kami telah meminta jajaran di daerah untuk segera melakukan pendataan kerusakan, baik bangunan maupun sarana pendukung lainnya. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan langkah-langkah tindak lanjut ke depan,” tegasnya.

Kanwil Kemenag koordinasi dengan pemerintah daerah

Selain itu, Kanwil Kemenag Kalteng juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai pihak guna mempercepat proses penanganan pascakebakaran, termasuk kemungkinan penyiapan ruang belajar sementara bagi peserta didik.

“InsyaAllah, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya agar pemulihan sarana dan prasarana madrasah dapat segera dilakukan. Pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti karena musibah ini,” ujar di Palangka Raya,Senin (26/1/2026)

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Kementerian Agama melalui

Kanwil Kemenag Kalteng mengimbau seluruh satuan kerja madrasah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta memastikan keamanan lingkungan pendidikan.

Kemenag Kalteng berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan penuh bagi keluarga besar MIN 1 Katingan dan MTs Al Badar agar dapat bangkit dan kembali melaksanakan aktivitas pendidikan secara normal.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Katingan, Yoshua Paskaputra, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.30 WIB.

Berdasarkan keterangan sementara warga, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan kelistrikan atau korsleting listrik dari salah satu rumah.

“Api berasal dari sebuah rumah akibat korsleting listrik. Dampaknya cukup luas, sekitar 30 rumah warga dan satu gedung Sekolah MTs Al Badar habis terbakar,” jelas Yoshua.(hms/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#musibah kebakaran #layanan pendidikan #Pasar Kasongan #Kemenag Kalteng #ruang belajar #kebakaran #potensi kebakaran #pascakebakaran #sarana pendidikan #Pasar kasongan kebakaran #korsleting listik #Kabupaten Katingan #KANWIL KEMENAG KALTENG #kegiatan belajar mengajar