ASRI Welas mengungkap bahwa dirinya menerima “surat cinta” dari petugas pajak yang meminta pembayaran pajak atas penghasilan sebesar Rp7 miliar yang disebut berasal dari film Sukma.
Tak hanya menerima surat, ia bahkan didatangi petugas pajak dan diminta segera melunasi kewajiban pajak atas nominal yang dianggap fantastis tersebut.
Namun, Asri Welas menegaskan bahwa angka Rp7 miliar itu tidak benar. Nilai tersebut berasal dari candaan Baim Wong, sutradara film Sukma, yang bermaksud memuji totalitas Asri Welas dalam proses syuting.
Dalam gurauan tersebut, Baim menyebut Asri meminta bayaran Rp15 miliar untuk dua adegan, lalu akhirnya “disepakati” angka Rp7 miliar. Candaan itu rupanya dianggap serius oleh pihak pajak.
Asri pun menegaskan bahwa selama berkarier di dunia film, tarifnya tidak pernah mencapai angka tersebut. Ia menyebut bayarannya masih sangat wajar dan “ramah di kantong produser”.
"Amin kalau bayarannya mahal, tapi nggak (sampai Rp7 miliar) kok. Masih masuk akal," kata Asri Welas seraya enggan memberikan bocoran soal angka pasti.
Asri Welas merasa jalan hidup dan pengabdiannya ada di dunia hiburan. Bagi perempuan 46 tahun itu, berkarya di dunia seni tidak melulu soal uang.
Ada kepuasan tersendiri bagi Asri Welas ketika dia masih diberi kesempatan untuk berkarya di usianya sekarang.
Mengingat, tidak semua akrtis dengan rentang karir panjang mendapat kesempatan yang sama seperti dirinya.
"Yang penting masih bisa terus berkarya. Karena lahirnya di komedi, di dunia hiburan. Terima kasih banget masih dikasih kepercayaan," tuturnya. (jpg)
Editor : Ayu Oktaviana