ANAK angkat Deddy Corbuzier, Nada Tarina Putri baru saja menjalani operasi besar scoliosis.
Lantas, apa sih scoliosis, penyebab dan gejalanya ?
Skoliosis adalah kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung atau menyamping secara tidak normal.
Umumnya, kasus ini muncul pada anak-anak menjelang masa pubertas, meski bisa juga dialami oleh orang dewasa.
Sebagian besar skoliosis memang tergolong ringan, namun tetap perlu diwaspadai.
Pemeriksaan sejak dini sangat disarankan, baik dengan berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi maupun melalui pemeriksaan X-ray untuk memantau perkembangan kelainan tulang tersebut.
Penyebab skoliosis bisa beragam, mulai dari kondisi medis seperti cerebral palsy hingga distrofi otot. Namun, dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak diketahui.
Pada orang dewasa, skoliosis yang semakin parah dapat menimbulkan gejala serius, seperti kesulitan bernapas, rasa nyeri, hingga perubahan bentuk tulang belakang.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, skoliosis berpotensi memicu komplikasi berbahaya, termasuk risiko kelumpuhan.
Oleh karena itu, penanganan dini sangat penting dilakukan saat skoliosis masih dalam tahap ringan, guna mencegah kondisi semakin memburuk dan membahayakan kesehatan.
Faktor Risiko Skoliosis
Pada kebanyakan kasus, penyebab pasti dari skoliosis tidak dapat diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya, yaitu:
• Usia. Meski bisa terjadi pada usia berapa pun, kelainan tulang belakang ini lebih umum terjadi pada anak-anak, remaja, dan lansia.
• Jenis kelamin. Dibanding anak laki-laki, risiko pengembangan penyakit skoliosis lebih buruk pada anak perempuan.
• Riwayat kesehatan keluarga. Meski jarang, memiliki anggota keluarga dengan riwayat skoliosis dapat meningkatkan risiko.
Penyebab Skoliosis
Kebanyakan kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya, yang disebut juga dengan skoliosis idiopatik.
Masalah ini tidak dapat dicegah dan dianggap tidak berhubungan dengan beberapa hal lainnya, seperti postur tubuh yang buruk, dampak dari olahraga serta diet.
Namun, faktor keturunan atau gen dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengalaminya.
Selain skoliosis idiopatik, berikut ini beberapa penyebab dari masalah tulang ini:
• Skoliosis degeneratif. Penyebab ini terjadi karena adanya kerusakan bagian tulang belakang dan sering terjadi pada orang dewasa seiring bertambahnya usia.
• Skoliosis idiopatik. Pada kasus idiopatik kali ini, terjadi karena faktor genetika.
• Skoliosis kongenital. Penyebab kongenital terjadi karena tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal pada saat bayi didalam kandungan.
Gejala Skoliosis
Jika lengkungan dari skoliosis semakin parah, tulang belakang juga dapat mengalami berputar atau melintir, selain melengkung ke satu sisi ke sisi lainnya.
Hal ini dapat menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh lebih menonjol dibanding sisi lainnya.
Gejala skoliosis lainnya yang dapat dilihat dari adanya perubahan penampilan pada bagian dada, pinggul dan bahu, seperti:
• Condong ke satu sisi.
• Salah satu bagian bahu akan terlihat lebih tinggi.
• Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
• Adanya tonjolan pada salah satu bagian pinggul.
• Nyeri punggung bawah.
• Kekakuan punggung.
• Nyeri dan mati rasa di kaki (karena saraf terjepit).
• Kelelahan karena ketegangan otot.
Editor : Ayu Oktaviana