Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Selama Tahun 2025, Ada 661 Kasus DBD, Empat Nyawa Melayang, Inilah Rincian di Setiap Daerah

Agus Pramono • Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi nyamuk. VIRROYANNIZZA/KALTENG POS
Ilustrasi nyamuk. VIRROYANNIZZA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalteng menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 661 kasus DBD merenggut empat nyawa. Empat warga tercatat meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (DBD) Kalteng dr. Riza Syahputra, mengungkapkan bahwa kasus kematian tersebar di tiga wilayah berbeda. Dua orang meninggal di Kabupaten Seruyan, satu orang di Kabupaten Barito Utara, dan satu orang di Kota Palangka Raya.

“Total kasus DBD sampai Agustus 2025 ada 661, dengan empat di antaranya meninggal. Rinciannya, dua kasus di Seruyan, satu di Barito Utara, dan satu di Kota Palangka Raya. Namun, daerah-daerah tersebut tidak sampai mendeklarasikan Kejadian Luar Biasa (KLB),” jelas Riza, Oktober 2025.

Data kasus DBD per bulan Se-Kalteng.
Data kasus DBD per bulan Se-Kalteng.

Meski angka kasus terbilang cukup tinggi, Dinkes Kalteng memastikan situasi masih dalam pemantauan dan terkendali. Upaya pencegahan terus digencarkan, terutama menghadapi musim penghujan yang kerap meningkatkan populasi nyamuk penyebab DBD.

Riza menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan dini. Ia mengingatkan agar warga tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi lebih fokus pada pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar rumah.

“Pencegahan agar terhindar dari DBD yang paling utama adalah gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, gunakan lotion atau obat anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta biasakan memakai pakaian lengan panjang,” paparnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut Riza, faktor kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan potensi penyebaran DBD.

“Jika lingkungan bersih, maka risiko penularan juga akan berkurang. Jadi, peran masyarakat sangat penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari bahaya DBD,” tambahnya.

Di sisi lain, Dinkes Kalteng terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memperkuat sistem surveilans, pelayanan kesehatan, serta edukasi ke masyarakat. Upaya promotif dan preventif, seperti sosialisasi bahaya DBD dan pentingnya menjaga kebersihan, juga terus dilakukan.

Dengan cuaca yang cenderung tidak menentu serta curah hujan yang mulai meningkat, potensi kasus DBD dikhawatirkan bertambah jika masyarakat lengah. Karena itu, pemerintah mengimbau agar seluruh warga lebih waspada dan proaktif menjaga lingkungan.

“Harapan kami, masyarakat Kalteng tetap waspada. Mari kita bersama-sama melakukan langkah pencegahan, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.(zia/*rif/ala)

Kapolres Nias AKBP Agung, Kajari Gunungsitoli Parada Situmorang SH MH, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega.
Kapolres Nias AKBP Agung, Kajari Gunungsitoli Parada Situmorang SH MH, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega.
Editor : Ayu Oktaviana
#pencegahan #musim penghujan #kasus dbd #kasus kematian #fogging #pola hidup bersih dan sehat #kejadian luar biasa #demam berdarah dengue (DBD) #aedes aegypti #gigitan nyamuk