Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Galon dan Kemasan Plastik Disebut Bisa Picu Pubertas Dini pada Anak

Miftahul Ilma • Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:31 WIB
ISTIMEWA Ilustrasi galon air minum.
 Ilustrasi galon air minum.

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kebiasaan menggunakan galon dan wadah plastik untuk minuman ternyata mulai disorot para ahli kesehatan. 

Bukan sekadar soal lingkungan, bahan kimia di dalam plastik disebut bisa memengaruhi hormon anak hingga memicu pubertas dini.

Hal itu diungkap dokter spesialis obstetri dan ginekologi Budi Wiweko dalam podcast milik Raditya Dika.

_________

Dilansir https://poltekkesnangapinoh.org pubertas dini adalah kondisi ketika tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, yaitu sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum 9 tahun pada anak laki-laki.

Normalnya pubertas mulai umur 9-14 tahun. Kalau lebih cepat dari itu, namanya pubertas dini atau precocious puberty.

_________

Menurut dr Budi, salah satu zat yang perlu diwaspadai adalah BPA atau Bisphenol A, bahan kimia yang banyak ditemukan pada kemasan makanan dan minuman berbahan plastik, termasuk galon air minum.

“BPA itu zat kimia yang bisa menyerupai hormon estrogen,” ujarnya mengutip potongan podcast itu, Sabtu (23/5/2026). 

Ia menjelaskan, BPA bekerja seperti hormon estrogen di dalam tubuh. Akibatnya, jika anak terlalu sering terpapar sejak usia dini, perkembangan organ reproduksi bisa terjadi lebih cepat dari normal.

“Kalau ada perempuan terekspos bisphenol pada usia dini, memungkinkan payudaranya tumbuh lebih cepat, dinding rahimnya tumbuh lebih cepat, sehingga terjadilah pubertas dini,” katanya.

Menurutnya, paparan BPA paling banyak berasal dari kemasan minuman dan makanan yang digunakan sehari-hari masyarakat.

“Paling banyak terjadi di kemasan makanan, kemasan minuman, galon-galon misalnya. Itu kan plastik,” jelasnya lagi.

Fenomena pubertas dini sendiri kini mulai banyak ditemukan. Anak-anak usia sekolah dasar bahkan disebut sudah mengalami menstruasi maupun perubahan fisik yang biasanya muncul saat remaja.

Psikolog klinis Ratih Zulhaqqi mengaku pernah menangani pasien perempuan berusia enam tahun yang sudah mengalami menstruasi.

“Saya punya satu pasien usia enam tahun menstruasi,” ungkapnya.
Ironisnya, kata Ratih, orang tua anak awalnya justru merasa bangga karena sang anak tumbuh lebih tinggi dibanding teman seusianya. Padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda pubertas dini yang perlu mendapat penanganan medis.
“Terus aku edukasi, kayaknya ibu perlu konsul ke dokter SPOG,” ujarnya.

Para ahli pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan wadah plastik, terutama untuk makanan dan minuman anak. Penggunaan galon plastik disarankan diganti rutin dalam jangka beberapa waktu. (*)

Editor : Agus Pramono
#pubertas dini #penyebab pubertas dini #Galon