KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit yang dikenal sebagai silent killer ini kerap tidak menunjukkan gejala sehingga banyak penderita baru menyadarinya setelah mengalami komplikasi serius.
Secara medis, hipertensi terjadi ketika tekanan darah mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, termasuk kelompok usia muda yang kini menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kawasan perkotaan.
Bahaya hipertensi terletak pada kemampuannya merusak organ vital secara perlahan tanpa disadari. Tekanan darah yang terus tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal hingga gangguan penglihatan.
Meski sebagian penderita tidak mengalami keluhan, dilansir dari https://poltekkeskapuas.org beberapa gejala dapat muncul saat tekanan darah sudah sangat tinggi, seperti sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, mimisan, hingga gangguan penglihatan.
Tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan tekanan darah. Pemeriksaan rutin dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mendeteksi hipertensi sejak dini dan mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.(*)
Editor : Agus Pramono