KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa tekanan darah secara rutin masih menjadi tantangan dalam upaya pengendalian hipertensi di Indonesia.
Banyak orang baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan seperti pusing berat, nyeri dada, sesak napas, atau gangguan penglihatan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa hipertensi telah menimbulkan komplikasi.
Pemeriksaan tekanan darah sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan relatif terjangkau. Bahkan saat ini masyarakat dapat melakukan pemantauan mandiri menggunakan tensimeter di rumah.
Dokter menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama mencegah dampak buruk hipertensi.
Dengan mengetahui kondisi tekanan darah sejak awal, risiko komplikasi dapat ditekan melalui perubahan gaya hidup maupun pengobatan yang sesuai.
Melansir https://poltekkeskotaputussibau.org, masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, atau riwayat hipertensi dalam keluarga.(*)
Editor : Agus Pramono