Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Mitos atau Fakta? Dokter Jantung Tegaskan Daging Kambing Tak Otomatis Picu Hipertensi

Agus Pramono • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:05 WIB
Penjual daging di pasar Sampit. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Penjual daging di pasar Sampit. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Menjelang Hari Raya Iduladha, perbincangan mengenai dampak konsumsi daging kambing terhadap kesehatan kembali ramai.

Salah satu anggapan yang paling sering muncul di masyarakat adalah bahwa makan daging kambing dapat langsung menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Padahal, menurut kalangan medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

 Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist sekaligus Interventional Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital, menegaskan bahwa daging kambing bukan penyebab utama hipertensi seperti yang selama ini dipercaya banyak orang.

Menurutnya, tidak semua orang yang mengonsumsi daging kambing akan mengalami kenaikan tekanan darah. Reaksi tubuh setiap orang berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, pola makan, hingga sensitivitas terhadap kandungan tertentu dalam makanan.

"Daging kambing sendiri tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik pada semua orang. Sebagian memang ada yang sensitif terhadap garam atau makanan tertentu, tetapi secara umum tidak serta-merta membuat tekanan darah langsung meningkat," jelasnya.

Jajang menilai mitos tersebut berkembang karena banyak masyarakat mengaitkan momen setelah makan kambing dengan keluhan pusing atau badan terasa tidak nyaman. Padahal, kondisi tersebut belum tentu disebabkan oleh daging kambing itu sendiri.

Melansir https://poltekkeskotangabang.org, hipertensi merupakan penyakit yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, hingga faktor keturunan.

Karena itu, menyimpulkan bahwa satu jenis makanan menjadi penyebab utama hipertensi dinilai kurang tepat.

Masyarakat pun diimbau lebih bijak dalam memahami informasi kesehatan, terutama saat Iduladha ketika konsumsi daging merah meningkat signifikan.

Edukasi yang tepat dinilai penting agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan kurban tanpa diliputi kekhawatiran berlebihan.(*)

Editor : Agus Pramono
#mitos daging kambing #hipertensi #idul adha