SAMPIT – Jalan Kapten Mulyono Sampit yang membentang dari simpang empat KFC hingga pertigaan Lingkar Selatan, setiap malam selalu diselimuti gelap.
Kondisi ini kerap membuat pengguna jalan merasa was-was, bahkan tak jarang menimbulkan keluhan warga karena rawan kecelakaan dan aksi kejahatan.
Menanggapi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merancang pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Proyek tersebut diusulkan untuk direalisasikan pada tahun 2026, dengan kebutuhan sekitar 90 hingga 100 titik lampu.
“Perhitungan kami di Jalan Kapten Mulyono kurang lebih 90 sampai 100 titik. Biayanya sekitar Rp35 juta per unit untuk PJU tenaga surya dengan kualitas baik. Itu sudah termasuk pajak dan lainnya,” jelas Plt Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, Sabtu (20/9/2025).
Ia menuturkan, penerapan PLTS dipilih karena pertimbangan efisiensi. Jika menggunakan listrik PLN, biaya bulanan akan semakin membengkak seiring bertambahnya jumlah titik PJU.
“Karena itu kami dorong pemakaian PLTS agar tidak menjadi beban pengeluaran daerah,” katanya.
Dishub Kotim sudah menyusun rencana jalur pemasangan, yakni sepanjang simpang empat KFC hingga Lingkar Selatan. Namun, Raihansyah mengingatkan bahwa pelaksanaan fisiknya tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah.
“Tahun 2026 kami masih menyesuaikan dengan kemampuan APBD. Rencananya sudah ada, tinggal melihat dukungan anggarannya,” imbuhnya. (mif)