SAMPIT – Lonjakan penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit mulai terasa lebih awal pada arus mudik Idulfitri tahun ini.
Bahkan, tiket pelayaran untuk sejumlah jadwal keberangkatan dilaporkan sudah habis terjual sejak memasuki pertengahan Maret.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit, Gusti Muchlis mengatakan, peningkatan jumlah penumpang sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum posko mudik dibuka pada Jumat (13/3/2026).
“Lonjakan penumpang itu sebenarnya sudah mulai sebelum tanggal 13. Karena setelah tanggal tersebut rata-rata tiket sudah habis terjual,” ujarnya, Jumat malam.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat hampir seluruh kapasitas kapal yang berangkat dari Pelabuhan Sampit terisi penuh oleh penumpang yang hendak mudik ke berbagai daerah tujuan.
Ia menjelaskan, selama periode angkutan Lebaran terdapat 12 kali jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Sampit. Namun untuk masa angkutan Lebaran mulai 13 Maret hingga mendekati hari raya, tiket untuk pelayaran tersebut sebagian besar sudah habis.
“Untuk masa angkutan Lebaran dari tanggal 13 sampai mendekati hari raya, tiketnya sudah terjual habis semua,” jelasnya.
Melihat tren tersebut, KSOP Sampit menilai lonjakan penumpang sebenarnya sudah mencapai puncaknya karena seluruh kapasitas kapal telah terisi.
“Kalau dilihat dari trennya sebenarnya sudah mengalami puncaknya, karena kapasitas kapal juga sudah penuh,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk mempertimbangkan alternatif keberangkatan dari pelabuhan lain di wilayah Kalimantan.
“Kami memberikan arahan kepada calon penumpang yang belum kebagian tiket untuk mencari pelabuhan alternatif agar tetap bisa melaksanakan perjalanan mudik,” ujarnya.
Selain itu, pihak operator kapal juga diminta membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai ketersediaan tiket maupun opsi keberangkatan dari pelabuhan lain.
“Operator juga kami sarankan untuk mengumumkan kepada calon penumpang agar mencari pelabuhan alternatif yang memungkinkan mereka tetap bisa mudik,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana