Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ancaman Karhutla Mulai Muncul, BPBD Kotim Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Agus Pramono • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam

SAMPIT – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur mulai menunjukkan peningkatan seiring menurunnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak pada mulai mengeringnya lahan, khususnya di kawasan gambut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat, tinggi muka air tanah saat ini sudah berada di kisaran minus 20 sentimeter. Angka tersebut menandakan wilayah ini telah memasuki tahap kewaspadaan terhadap risiko karhutla.

“Kalau penurunannya mencapai 40 sampai 60 sentimeter, itu sudah masuk kategori tinggi. Sekarang posisi kita sudah di tahap waspada,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, minimnya curah hujan menyebabkan vegetasi seperti semak dan lahan gambut menjadi kering, sehingga mudah terbakar. Jika kondisi tanpa hujan berlangsung selama beberapa hari ke depan, potensi kebakaran diperkirakan akan semakin besar.

Dalam pemantauan terbaru, BPBD menemukan sedikitnya enam titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah. Selain itu, kejadian kebakaran juga dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yakni Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Pulau Hanaut.

Di Pulau Hanaut, kebakaran yang terjadi pada 22 Maret lalu menghanguskan lahan dengan perkiraan luas mencapai 20 hektare. Sementara itu, satu titik kebakaran lainnya masih dalam proses penanganan di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Untuk yang di Bangkuang Makmur, kejadian pada 25 Maret dan sampai sekarang masih dilakukan pemadaman,” jelasnya.

Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan sekitar satu hektare. Namun, medan yang cukup sulit menjadi kendala tersendiri bagi petugas di lapangan.

“Lokasinya kurang lebih 4,5 kilometer dari Jalan HM Arsyad dan hanya bisa dilalui roda dua. Personel harus bekerja bergantian dengan mesin portable,” tambah Multazam.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah indikator saat ini menunjukkan kondisi Kotim mulai mendekati status siaga karhutla. Meski demikian, penetapan status tersebut masih menunggu hasil analisis lanjutan.

“Kami masih mengumpulkan data, terutama untuk memastikan apakah penurunan muka air tanah ini berlanjut atau tidak. Itu menjadi acuan utama,” tandasnya.

BPBD pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#kebakaran #karhutla #lahan gambut #bpbd #bpbd kotim #kotawaringin timur