KALTENG POS - Dangdut Academy (atau sering disebut D'Academy) bukan sekadar ajang pencarian bakat biasa. Sejak pertama kali mengudara di Indosiar pada tahun 2014, program ini telah menjadi fenomena budaya yang berhasil menaikkan derajat musik dangdut di mata masyarakat Indonesia dan bahkan mancanegara.
Awal Mula: Revolusi Dangdut Modern
Perjalanan panjang Dangdut Academy dalam merajai rating televisi dan industri musik tanah air tentu memiliki sejarah awal mula acara ini digandrungi penikmat musik dangdut.
D'Academy muncul saat tren musik di Indonesia sedang didominasi oleh genre pop dan grup vokal. Indosiar mengambil langkah berani dengan mengemas dangdut dalam format kompetisi yang mewah, modern, dan penuh haru.
Baca Juga: Siapa Juara Dangdut Academy 7? Tasya dan Valen Berduel di Konser Kemenangan Malam Ini!
D'Academy Musim Pertama (2014) langsung meledak. Publik diperkenalkan pada sosok Lesti Kejora (saat itu Lesti Andryani), seorang gadis desa dengan suara emas yang kemudian menjadi ikon terbesar lulusan ajang ini.
Keberhasilan musim pertama membuktikan bahwa dangdut memiliki basis penggemar yang sangat loyal jika dikemas dengan kualitas produksi yang tinggi.
Puncak Popularitas dan Ekspansi Asia
Kesuksesan D'Academy tidak berhenti di tingkat nasional. Indosiar melihat potensi besar di Asia Tenggara, di mana musik dangdut (atau musik Melayu) juga digemari.
D'Academy Asia dimulai pada tahun 2015, ajang ini mengundang peserta dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Timor Leste.
Dari ajang inilah musik dangdut resmi menjadi bahasa musik regional. Juri-juri internasional dan komentator ikonik seperti Soimah, Nassar, dan Ivan Gunawan membuat acara ini menjadi tontonan wajib setiap malam.
Sistem Kompetisi yang Unik
Salah satu kunci keberhasilan D'Academy adalah keterlibatan penonton dan drama di balik layar. Audisi dilakukan di puluhan kota besar dengan ribuan pendaftar. Peserta yang lolos dikarantina dan diberi pelatihan vokal, koreografi, hingga kepribadian.
Ajang ini menghadirkan juri-juri yang kompeten dibidangnya masing dalam memberikan kritikan dan komentar yang tentunya penyemangat bagi peserta. Dengan perpaduan antara kritik teknis (vokal) dan hiburan (komedi/fashion) mewarnai penilaian di ajang ini.
Bahkan dalam menentukan pemenang pun terbilang unik karena melibatkan jutaan suara yang menyaksikan Dangdut Academy yakni melalui SMS dan aplikasi yang menghasilkan voting terbanyak.
Baca Juga: Perjalanan Cinta Rizky Billar & Lesti Kejora: Definisi Jodoh Takkan Kemana
Melahirkan Bintang-Bintang Besar
D'Academy telah berhasil mencetak barisan artis papan atas yang kini menguasai industri hiburan Indonesia. Berikut ini para pemenang Dangdut Academy yang meraih juara 1 dari DA1 hingga DA7 antara lain:
Dangdut Academy 1 (2014) : Lesti Kejora asal Cianjur, Jawa Barat.
Dangdut Academy 2 (2025) : Evi Anggraini atau lebih dikenal Evi Masamba, nama Masamba diambil dari nama daerah ia berasal yakni Masamba, Sulawesi Selatan.
Dangdut Academy 3 (2016) : Muhammad Irsyad Basir (Ical) asal Majene, Sulawesi Barat.
Dangdut Academy 4 (2017) : Fildan Rahayu dari Baubau, Sulawesi Tenggara.
Dangdut Academy 5 (2022) : Seril Artika Sridevi atau Sridevi yang berasal dari Prabumulih, Sumatera Selatan.
Dangdut Academy 6 (2023-2024) : Hariyanto Tuna (Owan) asal daerah Boalemo, Gorontalo.
Dangdut Academy 7 (2025) : Juara 1 diraih oleh Tasya dari Tangerang Selatan, sedangkan Valen asal Pamekasan meraih juara 2, sementara itu April asal Cirebon harus puas dengan meraih juara 3 Dangdut Academy 7.
Perjalanan Dangdut Academy adalah bukti bagaimana sebuah tradisi (musik dangdut) bisa tetap eksis dan relevan jika dikelola dengan inovasi yang tepat. Indosiar tidak hanya memberikan tontonan, tetapi juga mengubah nasib banyak orang dari pelosok daerah menjadi bintang nasional. (*)
Editor : Kiki Rizqie