Menariknya, Nano Machine punya progres cerita yang mirip dengan Solo Leveling di mana karakter utama mengalami peningkatan kekuatan secara bertahap dan konsisten, membuat pembaca terus penasaran sejauh mana ia bisa berkembang.
Ceritanya mengikuti Cheon Yeo Woon, seorang pangeran dari Klan Kultivasi Iblis yang awalnya diremehkan dan dianggap lemah. Tapi hidupnya berubah drastis setelah keturunannya dari masa depan mengirimkan Nano Machine ke tubuhnya sebuah teknologi mikro yang bisa memperkuat tubuh, mempercepat pembelajaran ilmu bela diri, menyembuhkan luka, bahkan mengakses data pertarungan secara real-time! Dengan bantuan teknologi ini, Yeo Woon perlahan naik ke puncak, menghadapi pengkhianatan, politik murim, hingga pertempuran berdarah melawan para tetua kuat.
Selain aksi pertarungan yang solid dan penuh strategi, Nano Machine juga punya plot yang berkembang dengan baik. Pacing-nya terasa pas tidak terlalu cepat, tapi juga tidak membosankan.
Karakter Cheon Yeo Woon berkembang dari sosok teraniaya menjadi pemimpin yang karismatik dan kejam saat dibutuhkan. Ditambah lagi, intrik politik antar klan, pertarungan antar aliran, dan kejutan dari teknologi nano-nya membuat ceritanya jauh dari kata klise.
Nano Machine cocok banget buat kamu yang suka cerita murim klasik, pertarungan tangan kosong, sistem kekuatan bertingkat, tapi juga ingin sesuatu yang beda dari biasanya. Kalau kamu penggemar Solo Leveling, Chronicles of the Heavenly Demon, atau Volcanic Age dan ingin menikmati karakter yang berkembang terus-menerus dengan bumbu teknologi masa depan, Nano Machine wajib masuk daftar bacaan kamu. (*rif) Editor : Administrator