DEMO Pati pada 13 Agustus 2025 nampaknya menjadi pelopor bagi daerah-daerah yang juga turut menyuarakan aksinya dalam menolak kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB).
Usai di Pati, kini ribuan mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Aksi unjuk rasa ini untuk menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 300 persen hari ini.
Aksi demonstrasi ini akhirnya berujung ricuh pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Bentrokan antara massa dan aparat kepolisian tak terhindarkan, menyebabkan polisi terpaksa menggunakan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Ribuan pengunjuk rasa dari Aliansi Rakyat Bone Bersatu telah memulai aksinya sejak pukul 11.30 WITA, diawali dengan konsolidasi di Lapangan Merdeka.
Mereka kemudian melakukan konvoi menuju Kantor Bupati Bone, menuntut Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menemui mereka.
Namun, ketidakberadaan bupati dan wakil bupati di lokasi memicu kemarahan massa.
Saat situasi memanas, massa mulai melempari barikade polisi di Jalan Ahmad Yani dengan batu, petasan, kembang api, dan bom molotov.
Aparat merespons dengan menembakkan water cannon dan gas air mata. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah rumah warga dan kendaraan mengalami kerusakan.
Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, sebelumnya menyebutkan, telah mengerahkan 1.000 personel gabungan dari TNI dan Polri untuk mengamankan demonstrasi ini.
Bahkan, barikade kawat berduri telah dipasang di sekitar Kantor Bupati Bone.
Hingga berita ini diturunkan, situasi masih belum sepenuhnya kondusif di sekitar Jalan Ahmad Yani.
Aparat terus mengimbau massa untuk membubarkan diri demi menghindari kerugian lebih lanjut bagi masyarakat sekitar. (jpc/abw)