Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata

Polisi Selidiki Isu Gas Tawa; Dugaan dibalik Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah di Usia 26 Tahun

Heron • Senin, 26 Januari 2026 - 19:00 WIB
Whippink
Whippink

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Kepolisian menegaskan bahwa penyebab kematian Lula Lahfah belum dapat disimpulkan.

Untuk itu menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa proses medis, termasuk autopsi, diperlukan untuk memastikan fakta secara objektif.

“Harus dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan menghindari spekulasi,” ujar Budi, Jumat (24/1).

Sebelumnya dunia hiburan dan media sosial Tanah Air tengah berduka. Selebgram populer Lula Lahfah dilaporkan meninggal dunia pada usia 26 tahun, Jumat, 23 Januari 2026.

Kabar duka ini dengan cepat viral di media sosial, diiringi berbagai spekulasi yang kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Lula Lahfah, yang juga dikenal sebagai kekasih musisi Reza Arap, ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.44 WIB.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan apartemen setelah adanya laporan dari asisten rumah tangga korban

Rumor Gas Tawa dan Nitrous Oxide Jadi Sorotan

Di tengah duka, muncul rumor liar di media sosial X (Twitter) yang mengaitkan kematian Lula dengan dugaan penyalahgunaan nitrous oxide (N2O) atau yang dikenal sebagai gas tawa, melalui produk bernama Whip Pink.

Secara fungsi, Whip Pink merupakan alat kuliner yang digunakan untuk membuat whipped cream dengan bantuan gas nitrous oxide. Produk ini legal untuk keperluan dapur dan industri makanan.

Namun, gas N2O diketahui memiliki risiko serius bila disalahgunakan dengan cara dihirup.

Mengutip Alcohol and Drug Foundation, penyalahgunaan nitrous oxide dapat menyebabkan:
• Hipoksia atau kekurangan oksigen
• Penurunan tekanan darah ekstrem
• Pingsan mendadak
• Gangguan jantung hingga kematian

Meski demikian, polisi menegaskan belum ada kesimpulan terkait keterkaitan zat tersebut dengan kematian Lula.

Kronologi Penemuan Lula Lahfah

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih memaparkan kronologi awal. Saksi pertama adalah ART korban, Asiah, yang curiga karena Lula tak kunjung keluar kamar sejak sore hari. Kekhawatiran meningkat karena korban diketahui sedang kurang sehat dan baru berobat malam sebelumnya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, pintu kamar akhirnya dibuka paksa oleh ART bersama pihak manajemen apartemen. Lula ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur, mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam, dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Kondisi mulut korban terbuka dan membiru, denyut nadi serta detak jantung sudah tidak terdeteksi,” ujar Murodih.

Asisten pribadi korban Cindy Azzahra Putri, kemudian datang ke lokasi. Dokter pribadi Lula, dr. Rizki Nirwandhi Putra, juga sempat melakukan pemeriksaan awal sebelum jenazah dievakuasi.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di dalam kamar ditemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI.

Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke RS Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Publik pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi dan menghormati privasi keluarga yang tengah berduka.

Kepergian Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta jutaan pengikutnya di media sosial.

Editor : Ayu Oktaviana
#rspi #nitrous oxide #RS Fatmawati #kekurangan oksigen #whipped cream #gas ketawa #Lula Lahfah meninggal #whip pink #lula lahfah