KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Karyawan Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih bisa tersenyum. Efisiensi atau kebijakan kerja 5 hari tak berdampak pada gaji mereka.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan tidak ada perubahan pada gaji karyawan SPPG maupun biaya per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski jadwal penyaluran kini disesuaikan menjadi lima hari per minggu.
“Tidak, tetap (gajinya, red). Selama ini juga segitu,” ujar Dadan usai menghadiri rapat tingkat menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menegaskan biaya per porsi MBG tidak mengalami perubahan. “Sama, tidak ada perubahan. Hanya hari saja,” katanya.
BGN menjelaskan, penyaluran program MBG di sekolah-sekolah wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi tetap berlangsung enam hari dalam sepekan.
Sementara itu, untuk siswa di wilayah lain, penyaluran disesuaikan dengan hari belajar, yakni lima hari dalam sepekan.
Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi menekan anggaran hingga Rp 20 triliun dalam satu tahun. “Iya, kurang lebih seperti itu,” pungkasnya.
Kisaran gaji staf dapur MBG
Gaji atau honor bagi tenaga kerja SPPG mengacu pada beberapa faktor, terutama Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK/UMP) di daerah tempat dapur beroperasi, standar jabatan, beban kerja, dan ketentuan penyelenggara setempat. Berikut estimasi kisaran gaji per posisi secara nasional, dilansir dari laman InovaKit:
• Supervisor Dapur MBG: Rp 4.000.000 – Rp 7.000.000 per bulan.
• Juru Masak Utama / Tim Produksi: Rp 3.000.000 – Rp 5.000.000 per bulan (tergantung pengalaman dan kapasitas dapur).
• Tim Distribusi / Driver Logistic: Rp 2.500.000 – Rp 4.500.000 per bulan (biasanya termasuk tunjangan transport).
• Asisten Koki / Food Handler: Rp 2.500.000 – Rp 3.800.000 per bulan.
• Tim Packing & Labeling: Rp 2.100.000 – Rp 3.200.000 per bulan.
• Tim Persiapan Bahan (Prep Team): Rp 2.000.000 – Rp 3.200.000 per bulan.
• Bagian Cuci & Sanitasi: Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 per bulan.
Untuk diketahui, program MBG di Kalimantan Tengah saat ini sudah berlangsung usai lebaran.
Program akan berlanjut lagu usai libur Hari Raya Paskah 2026 atau Senin depan.
Di Palangka Raya, program MBG belum semua merata. Daerah pinggiran masih belum terjamah oleh program positif pemerintah ini.(*)
Editor : Agus Pramono