PALANGKA RAYA-Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dijadikan momentum Gubernur Agustiar Sabran mengkritisi anak buahnya.
Agustiar menyampaikan evaluasi tajam soal kedisiplinan dan budaya kerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kalteng.
Kemajuan Kalteng mustahil dicapai tanpa disiplin, etika, dan kebersamaan seluruh ASN.
Ia menyoroti masih adanya rantai komando yang tidak berjalan utuh, terutama pada level eselon III dan eselon IV, serta sikap kerja yang dinilai belum mencerminkan etos pelayanan publik.
“Kebersamaan kita masih kurang. Saya lihat masih banyak yang tidak disiplin. Rantai komando putus di eselon III dan IV. Kalau begini, daerah tidak akan bergerak maju,” tegas Agustiar usai senam bersama ASN di Halaman Kantor Gubernur, Jumat pagi (28/11/2025).
Agustiar juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan para pimpinan PD tidak ragu menegakkan aturan. Ia menyoroti perilaku ASN yang tidak selaras dengan nilai etika birokrasi, termasuk sikap tidak antusias menghadiri kegiatan resmi.
“Ini bukan soal pencitraan. Ini soal attitude. Kita ingin Kalteng maju, bukan ASN nya malas. Jangan ada yang cuma ikut saat makan-makan saja, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar secara terbuka mengungkap kondisi anggaran Pemprov Kalteng yang menurun drastis dari sebelumnya sekitar Rp10,2 triliun menjadi sekitar Rp5,3 triliun.
“Turunnya hampir 50 persen. Ini tantangan yang sangat berat,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan optimisme penuh bahwa Kalteng tetap mampu bergerak maju jika seluruh internal pemerintahan solid.
“Daerah ini sangat kaya. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Optimisme saya besar, tapi syaratnya satu, yakni kebersamaan internal harus kuat dulu. Kalau internal kuat, keluarannya akan baik," ungkap kakak dari Sugianto Sabran itu.
Sekda Diminta Bersikap Tegas
Ia menambahkan bahwa selama sembilan bulan masa kepemimpinannya, dirinya lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk pendidikan dan pemetaan kondisi riil daerah.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga agar pembangunan berjalan efektif.
Disisi lain, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu juga meminta sekda untuk tegas melakukan pembenahan, terutama dalam memastikan setiap PD menjalankan instruksi secara menyeluruh.
“Jangan setengah-setengah. Kita harus tinggalkan jejak kerja yang baik. Saya malu sebagai orang Dayak kalau kita tidak disiplin. Kita harus buktikan bahwa kita mampu memajukan daerah sendiri," ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dirinya digaji oleh rakyat, sama seperti ASN lainnya. Karena itu, ia menekankan bahwa seluruh pejabat dan pegawai harus bekerja dengan rasa tanggung jawab.
“Mari kita perbaiki yang kurang. Kita tatap ke depan. Dengan disiplin, etika, dan semangat kebersamaan, kita mampu mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," kata Gubernur. (ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana