KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah yang berlaku selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026.
Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam rilis resmi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, BMKG menyebutkan kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan secara signifikan.
“Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tulis BMKG dalam rilisnya, Jumat (10/4/2026).
Fenomena tersebut diperkuat oleh tingginya kelembapan udara dan labilitas atmosfer yang cukup kuat, sehingga memicu pembentukan awan konvektif dalam skala lokal.
“Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah,” lanjutnya.
BMKG mencatat, hampir seluruh wilayah di Kalimantan Tengah masuk dalam kategori rawan terdampak cuaca ekstrem selama periode tersebut. Di antaranya Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, hingga Palangka Raya.
Selain itu, wilayah lain seperti Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
BMKG juga mengingatkan bahwa hujan yang terjadi berpotensi bersifat lokal dengan durasi singkat, namun berintensitas tinggi dan dapat disertai fenomena berbahaya.
“Tetap waspada potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak lanjutan dari cuaca ekstrem tersebut, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” imbau BMKG.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di daerah rawan bencana.(*)
Editor : Agus Pramono