KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang pada 20-22 Mei 2026.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan secara masif di wilayah Kalimantan Tengah.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif dan memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
“Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain faktor tersebut, kelembaban udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal turut memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem mulai meluas pada 21 hingga 22 Mei 2026.
Sejumlah daerah yang diperkirakan terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Murung Raya hingga Kota Palangka Raya.
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang terjadi. BMKG mengingatkan potensi bencana turunan seperti banjir, genangan air, tanah longsor hingga pohon tumbang bisa terjadi apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
“Tetap waspada potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung,” lanjut peringatan BMKG.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun kawasan dengan banyak pepohonan juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam hari ketika potensi hujan meningkat.
BMKG turut mengimbau masyarakat agar rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)
Editor : Agus Pramono