Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata

Kata-kata

Rohansyah • Jumat, 24 Oktober 2025 - 07:00 WIB

KISAH Luqman al-Hakim dan Keledai Tunggangannya menjadi salah satu cerita yang masyhur di masyarakat. Hikmahnya pun begitu relevan dengan kondisi kita saat ini.
Diceritakan suatu hari Luqman mengajak putranya berjalan-jalan sambil membawa keledai kesayangan mereka. Si anak pun dengan sigap menaiki keledai mereka sambil dituntun sang ayah. Tak lama kemudian mereka bertemu dengan sekelompok orang yang dengan lantangnya berucap. “Wah anak yang tak tahu sopan santun, masa enak-enakan duduk di atas keledai sementara ayahnya kelelahan berjalan,” kata mereka.
Sejurus kemudian, Luqman pun bertukar tempat dengan putranya. Ia pun menaiki keledai, dan sang anak gantian yang menuntun. Selang beberapa waktu berjalan, mereka kembali bertemu dengan beberapa orang yang kembali mencibir mereka.
“Orang tua macam itu. Masa anaknya yang masih kecil dibiarkan berjalan, sementara ia enak-enakan duduk santai di atas Keledai,” celetuk mereka.
Mendengar ucapan tersebut, sang anak pun diminta Luqman untuk ikut naik ke atas keledai, dan bersama-sama menaikinya. Dan, benar saja, tidak lama kemudian mereka pun kembali bertemu dengan sejumlah orang yang asyik di tepi jalan. Mereka pun sama. Melontarkan kata-kata pedas kepada Luqman dan anaknya.
“Dasar tidak berprikebinatangan, penyiksa binatang! Keledai sekecil itu dinaiki dua orang sekaligus, lama-lama bisa mati nanti,” ucap mereka.
Seketika mendengar perkataan itu, Luqman dan anaknya pun bergegas turun. Dan sama-sama berjalan kaki menuntun keledai mereka.
Belum jauh mereka berjalan, Luqman dan anaknya pun kembali bertemu dengan beberapa orang yang juga sama mencibir mereka.
“Aneh, punya keledai kok tidak dipakai, malah repot-repot jalan kaki!”
Mendengar ucapan itu, Luqman al-Hakim pun tersenyum. Dia langsung melihat ke anaknya, dan saling menatap. Sejurus kemudian mereka berdua pun tertawa.
“Anakku, kau dengar sendiri bukan, semua perkataan mereka kepada apa yang kita lakukan dari awal? Dimata mereka, tidak ada satupun tindakan kita yang benar. Semua salah!" Kata Luqman kepada anaknya dengan tersenyum.
Begitulah hidup! Sangat sulit kiranya jika ukuran dari apa yang kita lakukan adalah penilaian dan validasi dari orang lain.
Berkaitan dengan kondisi ini, sebuah nasihat singkat dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiayallhu ‘anhuma kepada Muawiyah Radhiayallhu ‘anhuma bagus untuk kita resapi.
"Kepada Mu'awiyah, salam atasmu. Amma ba'du, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mencari ridha Allah dengan (tidak peduli) murka manusia, niscaya Allah akan mencukupinya dari beban (keburukan) manusia. Barangsiapa mencari ridha manusia dengan (tidak peduli) murka Allah, niscaya Allah akan menyerahkan urusannya kepada manusia.'
Wassalam."
Ya. Jadi prioritaskan ridha Allah. Seorang mukmin sejati harus lebih mengutamakan mencari keridhaan Allah SWT di atas segalanya, bahkan jika itu berarti harus menghadapi ketidaksetujuan atau kemarahan manusia. Jika seseorang berpegang teguh pada prinsip ini, Allah akan melindunginya dari keburukan dan gangguan manusia. Ketergantungannya pada manusia akan berkurang karena Allah mencukupi kebutuhannya.
Dan sebaliknya akibat mengutamakan ridha manusia kemudian mengorbankan ridha Allah demi menyenangkan manusia, maka Allah akan menyerahkan urusannya kepada manusia itu sendiri. Artinya, orang tersebut akan terus-menerus terombang-ambing oleh pendapat manusia yang tidak akan pernah bisa sepenuhnya dipuaskan, dan dia tidak akan mendapatkan perlindungan Allah. (*)

Photo
Photo

PHO Gedung Layanan Perpustakaan DAK Perpusnas 2025.
PHO Gedung Layanan Perpustakaan DAK Perpusnas 2025.
Talkshow Lintas Generasi dalam Rangkaian Kegiatan Ponti Lite Fest 2025.
Talkshow Lintas Generasi dalam Rangkaian Kegiatan Ponti Lite Fest 2025.
Kegiatan “Ngagak Perpus” dalam rangka Bulan Gemar Membaca dihadiri Bunda PAUD Kota Pontianak.
Kegiatan “Ngagak Perpus” dalam rangka Bulan Gemar Membaca dihadiri Bunda PAUD Kota Pontianak.
 Verifikasi Lapangan Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Wilayah III Tingkat Nasional di Perpustakaan Fitrah Berkah Insani Kelurahan Sungai Jawi Dalam.
Verifikasi Lapangan Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Wilayah III Tingkat Nasional di Perpustakaan Fitrah Berkah Insani Kelurahan Sungai Jawi Dalam.
Photo
Photo
Editor : Rohansyah
#Time Out #Catatan