LEANDRO Trossard dipastikan tetap bermarkas di Emirates Stadium setelah manajemen Arsenal memutuskan untuk tidak melepas penyerang berusia 30 tahun itu pada bursa musim panas tahun ini.
Sebelumnya sepak bola profesional Belgia itu sempat dikaitkan dengan raksasa Liga Turki Besiktas. Namun, The Gunners lebih memilih untuk mempertahankan sang pemain.
Trossard akan tetap bertahan menjadi bagian dari skuad Meriam London dengan penandatangan perubahan kontrak baru. Dia mendapat kenaikan gaji yang baru saja terjadi pada Agustus lalu.
Tetapi masa bakti Trossard bersama klub London utara ini tidak diperpanjang, mengingat kontraknya masih tersisa dua tahun lagi atau berakhir pada musim panas 2027.
Melansir dari Sport Illustrated, tawaran dari Besiktas terhadap Trossard yang ditolak Arsenal mencapai EUR 22 juta. Pakar transfer Fabrizio Romano menegaskan, kepindahan mantan pemain Brighton tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Trossard telah mengalami masa pahit dan manis bersama The Gunners sejak datang ke Emirates pada Januari 2023. Pesepak bola internasional Belgia ini telah tampil 125 kali untuk Arsenal dengan membukukan 28 gol dan 21 asis.
Nasibnya keluar-masuk susunan starting line-up Arsenal asuhan Mikel Arteta akan kembali dia rasakan di musim 2025/2026. Pasalnya, The Gunners telah mendatangkan dua penyerang sayap baru yaitu Eberiche Eze dan Noni Madueke.
Hal tersebut memaksa Trossard harus bekerja keras jika ingin kembali menjadi pilihan Arteta. Dalam beberapa bulan terakhir sebelum pemain baru Arsenal datang, pemain lulusan akademi Genk itu juga kalah saing dengan Gabriel Martinelli.
Meski peran dalam skuad London utara ini sangat terbatas, winger setinggi 172 cm ini sering membuat kejutan di pertandingan-pertandingan besar. Dia telah tampil 23 kali lagi di Liga Champions bersama The Gunners dengan sumbangan sembilan kontribusi gol.
Selain kontrak dengan gaji baru yang membuat Trossard bertahan di Premier League, Arteta dapan memanfaatkan fleksibilitasnya sebagai penyerang serba bisa. Pilar timnas Belgia ini nyaman menggunakan kedua kaki.
Meskipun kecepatannya tak sekencang pesaing seperti Martinelli, Eze, dan Madueke, pesepak bola 30 tahun itu terbukti menjadi anggota skuad yang berharga yang selalu memberi dampak positif dari bangku cadangan. (jpc)