Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jelang Laga Everton vs Man United: Lingkaran Setan Moyes! Dari Pecatan Ferguson Menjadi "Penentu Nasib" The Red Devils

Petrus • Senin, 23 Februari 2026 | 18:36 WIB

David Moyes saat masih menjadi pelatih Manchester United. (Sumber: Getty Images)
David Moyes saat masih menjadi pelatih Manchester United. (Sumber: Getty Images)

DUA belas tahun lalu, malam dingin di Merseyside menjadi salah satu titik balik paling pahit dalam karier David Moyes.

Kekalahan 0-2 dari Everton di Goodison Park bukan sekadar hasil buruk, melainkan awal dari akhir masa jabatannya di Manchester United.

Pria yang pernah dijuluki “The Chosen One” itu tak mampu mempertahankan warisan emas yang ditinggalkan Sir Alex Ferguson.

Kini, waktu telah berputar penuh. Moyes kembali ke Merseyside, tetapi dengan cerita yang berbeda. Ia berdiri di sisi lain, memimpin Everton dengan ambisi baru.

Ironisnya, ia kini punya peluang untuk memberikan luka yang sama kepada klub yang pernah memecatnya—sebuah simbol penebusan, pembuktian, dan mungkin, keadilan sepak bola yang datang terlambat.

 

Kesempatan Penebusan di Rumah Baru Everton

Pertemuan di Hill Dickinson Stadium dalam lanjutan Premier League bukan sekadar laga biasa. Ini adalah panggung bagi Moyes untuk menyempurnakan cerita yang sempat terhenti secara menyakitkan.

Everton datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan dramatis 1-0 di Old Trafford pada pertemuan pertama musim ini. Gol tunggal Kiernan Dewsbury-Hall kala itu menjadi simbol kebangkitan mental tim.

Jika mampu menang lagi, Everton akan mencatat double liga atas United untuk pertama kalinya sejak musim 2013–2014—musim yang sama ketika Moyes kehilangan pekerjaannya di Manchester.

“Sepertinya sudah lama sekali, tetapi itu tiga poin yang sangat besar,” ujar Moyes kepada BBC Sport, mengenang kemenangan di Old Trafford yang diraih meski timnya bermain dengan 10 orang.

 

Moyes dan Misi Mengubah Mentalitas Everton

Everton kini bukan lagi tim yang sekadar berjuang bertahan di kasta tertinggi. Moyes secara terbuka menegaskan ambisinya untuk membawa klub kembali bersaing di papan atas.

“Tantangannya sekarang adalah apakah kami bisa mengubah mentalitas dan arah perjalanan kami,” kata Moyes. “Kami tidak ingin lagi hanya bertahan di liga. Kami ingin menantang tim-tim Eropa.”

Performa Everton memang mendukung ambisi tersebut. Mereka telah mengumpulkan 13 poin dari enam laga terakhir, menunjukkan konsistensi yang sempat hilang dalam beberapa musim sebelumnya.

Moyes perlahan mengembalikan identitas Everton sebagai tim yang sulit dikalahkan, terutama di kandang sendiri.

 

Era Baru Manchester United Bersama Michael Carrick

Di sisi lain, Michael Carrick membawa optimisme baru di ruang ganti United. Ironisnya, Carrick pernah menjadi bagian dari skuad Moyes pada musim 2013–2014.

Kini, ia berdiri sebagai lawan, mencoba membangun kembali stabilitas klub.

Sejak ditangani Carrick, United mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Pemain seperti Bruno Fernandes kembali menunjukkan performa terbaiknya, sementara kemenangan penting atas Manchester City dan Arsenal membantu memulihkan kepercayaan diri tim.

Carrick tetap menunjukkan respek kepada mantan mentornya. “David punya begitu banyak pengalaman di liga ini. Bermain tandang ke timnya selalu sulit,” ujarnya.

 

Warisan Transfer yang Masih Diperdebatkan

Kegagalan Moyes di United tak lepas dari jendela transfer yang mengecewakan.

Ia gagal mendatangkan target utama seperti Gareth Bale yang memilih Real Madrid, serta Cesc Fabregas yang bertahan di Barcelona. Target lain seperti Toni Kroos juga gagal direkrut.

Sebagai gantinya, United hanya mendatangkan Marouane Fellaini dengan harga mahal. Transfer itu dianggap simbol kepanikan dan kurangnya arah strategis klub saat itu.

Situasi semakin rumit ketika Moyes mengganti staf pelatih berpengalaman, keputusan yang dikritik oleh mantan pemain seperti Rio Ferdinand.

 

Kebangkitan Moyes Setelah Masa Sulit

Setelah meninggalkan United, Moyes sempat mengalami masa sulit bersama Real Sociedad dan Sunderland.

Namun, ia berhasil membangun kembali reputasinya bersama West Ham United, bahkan membawa klub tersebut menjuarai Liga Konferensi Eropa.

Kini, kembalinya Moyes ke Everton terasa seperti lingkaran yang lengkap.

Ia bukan lagi manajer yang terbebani ekspektasi mustahil, melainkan sosok berpengalaman yang memahami proses, tekanan, dan pentingnya stabilitas.

Menariknya, performa Everton di bawah Moyes bahkan melampaui United yang kini diperkuat pelatih baru Ruben Amorim dalam periode tertentu musim ini.

 

Laga yang Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Pertandingan ini bukan hanya soal posisi klasemen. Ini adalah tentang sejarah, penebusan, dan pembuktian.

Bagi Moyes, kemenangan akan menjadi simbol kebangkitan pribadi. Bagi United, kemenangan adalah bukti bahwa mereka benar-benar telah bergerak maju.

Sepak bola selalu punya cara unik untuk mempertemukan masa lalu dan masa kini.

Dan di Hill Dickinson Stadium, David Moyes memiliki kesempatan untuk menulis ulang kisahnya—bukan sebagai “The Chosen One” yang gagal, tetapi sebagai manajer yang bangkit dan menemukan kembali jati dirinya. (psn/net)

Editor : Petrus
#everton #pecatan #manchester united #david moyes #Ferguson #the red devils #penentu nasib #lingkaran setan