NAMA Alex Pastoor dan Patrick Kluivert kembali jadi buah bibir. Dua sosok yang sempat menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia itu kini tengah dikaitkan dengan masa depan besar di sepak bola Belanda.
Satu terang-terangan menyatakan minat, satu lagi dirumorkan masuk radar federasi.
Setelah kegagalan skuad Garuda menembus putaran final Piala Dunia 2026, jalan karier keduanya sempat meredup.
Namun, seperti takdir yang berputar cepat, pintu-pintu baru justru terbuka di negeri asal mereka.
Dari Eredivisie hingga kursi panas De Oranje, peluang kembali bersinar kini ada di depan mata.
Publik Indonesia tentu belum lupa bagaimana duet Pastoor–Kluivert memimpin tim sepanjang 2025.
Kini, perhatian tertuju pada langkah selanjutnya: mampukah mereka menebus kegagalan bersama Indonesia dengan babak baru yang lebih gemilang di Belanda?
Pastoor Blak-blakan Ingin Kembali ke AZ
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, tak menutupi hasratnya untuk kembali membesut AZ Alkmaar di ajang Eredivisie. Dalam siaran Ziggo Sport, Pastoor yang kini aktif sebagai analis mengaku siap jika kesempatan itu datang.
"Saya belum dihubungi. Tentu saja tidak akan menolak, ini klub saya," ujarnya, dikutip dari Football Transfers.
Pelatih 59 tahun itu memang punya ikatan emosional dengan AZ. Ia pernah menjadi asisten pelatih sebelum ditunjuk sebagai caretaker pada Juli–Agustus 2014.
Meski hanya memimpin dua laga—kalah 0-1 dari Heerenveen dan menang 3-1 atas FC Dordrecht—hubungan batinnya dengan klub tetap kuat.
Pastoor bahkan menegaskan dirinya adalah pendukung AZ sejak kecil. Ia merasa mengenal orang-orang di internal klub dengan baik dan optimistis tahu bagaimana dinamika di dalamnya.
Dengan pengalaman terakhir melatih Almere City FC pada 2024 serta kiprah bersama Indonesia, Pastoor merasa masih sangat relevan untuk kembali ke panggung utama.
Menganggur Sejak Tinggalkan Timnas Indonesia
Kebersamaan Pastoor bersama Timnas Indonesia memang terbilang singkat, hanya sekitar 10 bulan.
Ia mendampingi Patrick Kluivert dalam misi menembus Piala Dunia 2026, namun perjalanan kandas di putaran keempat kualifikasi setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.
Sejak diberhentikan pada Oktober 2025, Pastoor belum kembali ke dunia kepelatihan. Perannya sebagai analis membuatnya tetap dekat dengan sepak bola, tetapi hasrat untuk kembali ke lapangan jelas belum padam.
Lowongan pelatih di AZ musim depan pun menjadi peluang emas. Apalagi, ia secara terbuka menyatakan kesiapan jika manajemen klub memanggilnya pulang.
Kluivert Dirumorkan Gantikan Koeman di Timnas Belanda
Sementara itu, Patrick Kluivert justru dikaitkan dengan jabatan yang jauh lebih prestisius: pelatih kepala Timnas Belanda.
Media Belanda melaporkan bahwa KNVB mulai memikirkan suksesi pasca-FIFA World Cup 2026. Posisi Ronald Koeman disebut-sebut berpotensi berganti, dan Kluivert masuk dalam daftar kandidat.
Selain Kluivert, dua nama besar lainnya adalah Clarence Seedorf dan Michael Reiziger. Wacana ini disebut mendapat dorongan dari direktur teknik KNVB, Nigel de Jong.
Meski belum ada pernyataan resmi, rumor tersebut sudah memantik diskusi hangat di kalangan pencinta sepak bola, termasuk di Indonesia.
Rekam Jejak Kluivert: Potensi Besar, Stabilitas Dipertanyakan
Mengacu data Transfermarkt, Kluivert menangani Timnas Indonesia dari Januari hingga Oktober 2025. Dalam delapan pertandingan, ia mencatat rata-rata 1,25 poin per laga.
Sebelumnya, ia sempat melatih Adana Demirspor, menjadi asisten pelatih Belanda di era Louis van Gaal, menangani Curacao, serta membina tim muda seperti FC Twente II.
Ia juga pernah menjabat direktur olahraga di Paris Saint-Germain.
Dengan lisensi UEFA Pro dan filosofi 4-3-3 yang identik dengan Total Football, Kluivert dinilai selaras dengan identitas De Oranje.
Namun, konsistensi sebagai pelatih kepala masih menjadi tanda tanya besar.
Dari Jakarta ke Amsterdam: Babak Baru Menanti?
Baik Pastoor maupun Kluivert kini berada di persimpangan karier.
Satu berharap kembali ke klub masa kecilnya, satu lagi dikaitkan dengan kursi paling prestisius di negaranya.
Jika rumor dan peluang ini menjadi kenyataan, maka kegagalan bersama Indonesia bisa berubah menjadi batu loncatan menuju babak baru yang lebih gemilang.
Sepak bola Belanda mungkin segera menyambut pulang dua nama yang sempat singgah dan berjuang di Tanah Air. (psn/net)
Editor : Petrus