KEPULAUAN Derawan, Kalimantan Timur, dikenal sebagai salah satu habitat penyu hijau (Chelonia mydas) terbesar di Indonesia, bahkan menempati urutan kedelapan di dunia.
Tidak heran jika reptil laut ini kemudian menjadi ikon daerah sekaligus daya tarik wisata utama di kawasan tersebut.
Selain penyu hijau, perairan Derawan juga menjadi rumah bagi penyu sisik (Eretmochelys imbricata).
Pulau Derawan dan Pulau Sangalaki bahkan tercatat sebagai lokasi bertelur penyu hijau terbesar di Indonesia, menjadikannya kawasan konservasi yang penting sekaligus objek wisata alam unggulan.
Mengutip taka.or.id, Yayasan WWF Indonesia bersama Yayasan TAKA telah melaksanakan kegiatan Reef Health Monitoring (RHM) di kawasan konservasi perairan Kepulauan Derawan.
Hasil pemantauan menunjukkan populasi penyu hijau dan penyu sisik dalam kondisi cukup tinggi di sejumlah titik, seperti Pulau Derawan, Pulau Panjang, Pulau Maratua, Pulau Kaniungan Besar, Pulau Mataha, hingga Pulau Bilang-bilangan.
Namun, kondisi itu masih dibayangi ancaman serius. Di lokasi Turtle Traffic perairan Pulau Maratua-Kakaban misalnya, tim menemukan banyak sampah yang berpotensi mengganggu kelangsungan hidup penyu dan ekosistem terumbu karang.
“Semua jenis penyu di Indonesia dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sayangnya, populasi penyu terus menurun akibat perburuan, perdagangan, hingga tangkapan tidak sengaja oleh nelayan,” tulis laporan WWF.
Telur, karapas, hingga daging penyu masih menjadi buruan karena tingginya permintaan konsumen.
Fenomena menarik juga terpantau pada 8 Juni, ketika tim RHM mendokumentasikan langsung seekor penyu hijau yang sedang membuat sarang dan bertelur di Pulau Derawan.
Proses alami ini dijaga ketat oleh masyarakat setempat melalui patroli malam untuk mencegah penjarahan telur penyu.
Penyu hijau dikenal sangat sensitif terhadap gangguan ketika bertelur. Oleh karena itu, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak menggunakan cahaya flash saat mengambil foto, apalagi menyentuh atau mengganggu penyu.
Sebagai satwa dilindungi, pelestarian penyu menjadi tanggung jawab bersama. Langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menolak konsumsi produk berbahan penyu, hingga berpartisipasi dalam program konservasi dapat menjadi kontribusi nyata bagi kelangsungan hidup reptil laut ini. (*)
Editor : Ayu Oktaviana