Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Targetkan Cadangan BBM 3 Bulan, Indonesia Bersiap Hadapi Krisis Energi Global

H
Penulis: Heron❯
Pelantikan keanggotaan DEN yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1)/(Istimewa).
Pelantikan keanggotaan DEN yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1)/(Istimewa).

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto cukup prihatin dengan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya sekitar 21 hari.


Advertisement

Menurutnya cadangan BBM harus lebih aman, hingga menjadi tiga bulan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Arahan tersebut disampaikan melalui Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia, usai pelantikan Anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).

Advertisement

“Ketahanan energi kita saat ini hanya sekitar 21 hari. Ini akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan, kebijakan peningkatan cadangan BBM merupakan bagian dari empat fokus utama Presiden Prabowo di sektor energi, yakni:
1. Kedaulatan energi, tanpa intervensi pihak mana pun
2. Ketahanan energi, melalui penguatan cadangan strategis
3. Kemandirian energi
4. Swasembada energi

“Yang pertama adalah kedaulatan energi. Tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Bahlil.

Bangun Fasilitas Penyimpanan BBM

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan BBM di berbagai wilayah Indonesia.

Advertisement

“Kita akan membangun storage atau fasilitas penyimpanan,” ujar Bahlil.

Langkah ini dinilai penting untuk melindungi kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi pasokan energi dunia.

Impor BBM Masih Tinggi

Bahlil mengakui, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun, baik untuk jenis solar maupun bensin. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mempercepat agenda kemandirian dan swasembada energi secara bertahap.

Ia menambahkan, roadmap kebijakan energi nasional telah rampung dan kini memasuki tahap implementasi. Pemerintah juga mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah negara serta merampungkan aspek kelembagaan dan regulasi pendukung.

Energi Jadi Program Prioritas

Penguatan sektor energi menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Dalam kerangka Asta Cita, poin kedua secara tegas menekankan pentingnya swasembada pangan, energi, dan air, sekaligus penguatan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap Indonesia semakin siap menghadapi tantangan energi global dan tidak lagi bergantung pada impor BBM dalam jangka panjang.

Prabowo juga meminta menghentikan impor BBM secara bertahap hingga Indonesia mencapai swasembada energi nasional.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Antrean SPBU Normal setelah Ada Penambahan Kuota dari Pertamina

Antrean SPBU Normal setelah Ada Penambahan Kuota dari Pertamina

Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai berangsur normal.

Heboh Informasi Harga Pertalite Naik Pada 26 September, Kementerian ESDM Beberkan Fakta

Heboh Informasi Harga Pertalite Naik Pada 26 September, Kementerian ESDM Beberkan Fakta

Jagat media sosial dihebohkan dengan informasi kebaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.

Pertamina Sebut Fenomena Antrean di SPBU Dikarenakan Peralihan Konsumen Pertamax ke Pertalite

Pertamina Sebut Fenomena Antrean di SPBU Dikarenakan Peralihan Konsumen Pertamax ke Pertalite

Peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antrean BBM.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer