Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cinta

R
Penulis: Rohansyah❯

 


Advertisement

Seorang raja kaya raya yang penasaran mencoba menaruh batu besar di tengah jalan. Kemudian dia bersembunyi untuk melihat bagaimana reaksi orang-orang yang lewat.

Orang pertama lewat adalah para saudagar dan abdi raja yang super kaya. Tapi mereka cuma jalan di sekitar batu, bahkan ada yang marah-marah tentang kondisi jalan yang mereka lewati tersebut. Tidak ada satu pun yang coba menggeser batunya.

Kemudian lewat rombongan pedagang keliling. Salah satu dari mereka mencoba untuk memindahkan batu tersebut, namun langsung ditegur oleh temannya. “Buat apa repot-repot memindahkan batu besar itu? Itu bukan tugas kita, dan akan memakan waktu,” ucapnya. Si pedagang pun mengurungkan niat baiknya. Batu pun tidak bergeser dari tempatnya.

Advertisement

Setelah sekian lama, lalu datang seorang petani, membawa sayuran penuh di lengannya. Saat sampai di batu, dia tidak hanya jalan di sekitarnya. Dia meletakkan sayurannya, lalu berusaha keras memindahkan batu itu. Setelah perjuangan, akhirnya batu itu berhasil digeser.

Saat dia mau ambil sayurannya dan pergi, dia melihat sebuah kantung tergeletak di tempat batu itu. Dia buka kantungnya, dan ternyata isinya koin emas plus surat dari raja. Suratnya bertuliskan kalau emas itu adalah hadiah untuk orang yang berani dan mau memindahkan batu dari jalan.

Setidaknya dari kisah ini kita belajar tentang sesuatu yang sangat penting. Bukan soal koin emas yang didapatkan si petani, namun soal kepedulian. Yang kalau di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti mengindahkan; memperhatikan atau menghiraukan.

Advertisement

Sikap ini sangat penting. Bahkan Allah dalam Al-Quran Surah Al-Maidah: 2 berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Dan masih banyak lagi ayat-ayat di Al-Qur’an yang menunjukkan betapa pentingnya kepedulian terhadap orang lain.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam pun bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzhalimi dan membiarkannya (tidak menolongnya). Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membalasnya dengan memenuhi kebutuhannya. Siapa membebaskan kesulitan seorang muslim, Allah akan membebaskannya dari kesulitan-kesulitan pada Hari Kiamat. Siapa menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aib-aibnya pada Hari Kiamat.” (HR. Abu Daud).

Saat ini, di waktu yang sama. Ketika kita masih bisa menikmati makan, minum, ibadah dan berkumpul dengan saudara dan keluarga, saudara-saudara kita yang berada di Sumatera sedang bersedih. Mereka kehilangan banyak hal, orang tua, anak, suami, istri, saudara, harta benda dan lainnya karena bencana besar banjir dan tanah longsor.

Saatnya kita peduli. KIRIMKAN CINTA UNTUK SUMATERA melalui BAZNAS dan berbagai Lembaga Amil Zakat Nasional. Bismillah, semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin. (*)

Photo
Photo

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akhlak

Akhlak

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak menyebut kekayaan, kecerdasan, jabatan, atau popularitas

99 Dinar

99 Dinar

Sesekali berhentilah menghitung apa yang belum dimiliki. Hitunglah nikmat yang telah Allah titipkan. Bisa jadi, bukan harta yang perlu ditambah, melainkan rasa syukur yang perlu diperbesar

Membeku

Membeku

Allah berfirman, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53). Ayat ini bukan hanya untuk mereka yang bergelimang dosa, tetapi juga untuk siapa saja yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer