
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kasus pelecehan seksual dan pencabulan di lingkungan pesantren yang dilakukan oknum kiai atau pimpinan pondok kembali membuka mata kita.
Betapa banyak kerusakan besar ternyata berawal dari sesuatu yang dianggap kecil dan biasa, yakni sentuhan dengan yang bukan mahram.
Awalnya tampak sepele. Menepuk pundak. Mengusap kepala. Menggenggam tangan. Merangkul dengan alasan perhatian, pendidikan, atau kedekatan emosional (udah seperti anak sendiri).
Lama-kelamaan batas syariat runtuh. Yang dahulu terasa tabu berubah menjadi kebiasaan. Yang haram perlahan kehilangan rasa bersalah.
Padahal Islam sejak awal sudah menutup pintu itu dengan sangat tegas.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh, jika kepala seseorang ditusuk dengan jarum (pasak) dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahram)."
(HR. Thabrani).
Hadis ini bukan berlebihan. Justru inilah bukti betapa Islam memahami tabiat manusia. Syahwat jarang muncul secara tiba-tiba.
Ia tumbuh perlahan. Dari kebiasaan yang diulang. Dari kedekatan tanpa batas. Dari sentuhan yang awalnya dianggap aman.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

