Petarung MMA sensasional, Conor McGregor, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan di atas ring, tapi di panggung politik. Mantan juara dunia UFC dua divisi itu secara resmi menyatakan keinginannya untuk maju sebagai Presiden Irlandia, dan bahkan telah meluncurkan petisi online untuk memperjuangkan namanya agar bisa masuk ke dalam daftar calon presiden.
Dalam kampanyenya di Change.org, McGregor menegaskan bahwa sistem pencalonan presiden saat ini membatasi partisipasi demokratis. Menurut konstitusi Irlandia, calon presiden harus mendapatkan dukungan dari 20 anggota parlemen (Oireachtas) atau empat dewan daerah. Bagi McGregor, aturan ini justru menghambat suara rakyat secara langsung.
“Saya, Conor McGregor, dengan ini menyatakan niat saya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Irlandia... Saya mengajak rakyat untuk menandatangani petisi ini demi perubahan yang lebih inklusif dan demokratis,” tulis McGregor dalam pernyataannya.
Dengan petisi ini, McGregor berharap bisa mengubah aturan main, sehingga masyarakat Irlandia baik di dalam maupun luar negeri dapat secara langsung menentukan siapa yang pantas masuk ke daftar calon presiden.
Meski jabatan Presiden Irlandia tidak memiliki kekuasaan politik sebesar Presiden Amerika Serikat, posisi ini tetap memiliki nilai simbolis tinggi sebagai kepala negara dan pemimpin tertinggi angkatan bersenjata Irlandia. Dan bagi McGregor, peran simbolis itulah yang ingin ia maksimalkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat secara lebih luas.
Langkah McGregor ke dunia politik terjadi di tengah sorotan publik atas beberapa kontroversi pribadi, termasuk putusan pengadilan baru-baru ini yang menolak bandingnya dalam kasus dugaan pelecehan seksual pada 2018.
Namun, McGregor tampaknya tak gentar. Ia bahkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih dalam perayaan Hari St. Patrick, yang semakin menguatkan sinyal keseriusannya terjun ke dunia politik.
Di sisi lain, ia juga mengumumkan akan kembali ke UFC setelah kembali masuk dalam program anti-doping, dengan target berlaga dalam event spesial di Gedung Putih tahun 2026.
Meskipun peluangnya masih dipenuhi tantangan, terutama dari media lokal dan kalangan politisi yang skeptis, tekad McGregor untuk “bertarung” di dunia politik tampaknya tak kalah kuat dari semangatnya di oktagon. Kini, pertanyaannya adalah: apakah rakyat Irlandia siap memberi kesempatan pada "The Notorious" untuk memimpin dari podium, bukan dari ring? (*cha)
Editor : Agus Pramono