SAMPIT – Legenda pemain Tim Nasional Indonesia, Isnan Ali, mendorong agar Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya rutin menggelar turnamen sepak bola senior, tetapi juga mulai membangun kompetisi kelompok usia dini sebagai wadah pembinaan talenta muda.
Menurut asisten pelatih di Barito Putera itu, antusiasme masyarakat yang terlihat pada HNR Cup 2 menjadi modal besar untuk mengembangkan pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur.
Baca Juga: HNR Cup 2 Resmi Bergulir, Bupati Kotim Bidik Lahirkan Bibit Pesepak Bola Nasional
“Harapan saya tentu bukan hanya untuk kompetisi senior ini saja, tetapi juga ke depannya dapat digelar kompetisi usia dini. Hal ini penting agar saya bisa memantau langsung potensi anak-anak di berbagai daerah,” ujarnya usai pembukaan HNR Cup 2, Minggu (31/5/2026) sore.
Pemain yang yang pernag meraih hattrick juara Piala Indonesia pada 2007, 2008-2009, dan 2010 itu mengungkapkan, gagasan tersebut telah didiskusikan bersama Bupati Kotim dan sejumlah pihak yang terlibat dalam turnamen.
Menurutnya, keberadaan kompetisi usia dini akan memudahkan proses pencarian bakat sekaligus membuka jalan bagi pemain muda Kotim untuk masuk ke akademi sepak bola profesional.
“Tadi juga sudah kami diskusikan bersama. Semoga ke depan kompetisi usia dini bisa benar-benar terlaksana dengan baik,” katanya.
Isnan menilai pembinaan usia muda menjadi kebutuhan penting karena banyak mantan pemain nasional kini aktif menjadi pelatih dan pembina di akademi sepak bola.
“Ilham Jaya Kusuma, Zainal Arif, dan Shohei Matsunaga sekarang aktif di dunia sepak bola profesional maupun akademi. Ini peluang yang sangat baik untuk membantu pembinaan pemain muda,” tuturnya.
Ia berharap Kotim mampu menjadi salah satu daerah pemasok pemain sepak bola potensial di Kalimantan Tengah melalui pembinaan yang berkelanjutan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana