BUNTOK - Bupati Barito Selatan, Dr H Eddy Raya Samsuri didampingi Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha menghadiri sekaligus membuka kegiatan Lomba Tanglong Bagarakan Sahur Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Area Waterfront city Iring Witu, (11/3/2026) malam.
Bupati Barsel, Dr H Eddy Raya Samsuri mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemuda Pancasila, KNPI, serta seluruh panitia yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat positif ini.
Lomba Tanglong dan bagarakan sahur bukan hanya sekadar perlombaan atau hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi budaya masyarakat kita yang sarat dengan nilai kebersamaan, semangat gotong royong, dan syiar Islam di bulan suci Ramadan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kreativitas generasi muda, sekaligus menjaga tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat Barsel, " ujar Dr H Eddy Raya Samsuri.
Bupati Barsel berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan meriah, tertib, dan penuh kegembiraan. Kepada seluruh peserta lomba, saya ucapkan selamat mengikuti perlombaan.
Tunjukkan kreativitas, semangat kebersamaan, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda positif yang terus dilaksanakan setiap tahun, serta semakin memperkuat peran pemuda dalam menjaga tradisi, budaya, dan persatuan di Kabupaten Barito Selatan.
Ketua DPD KNPI Barito Selatan, Febriyanto Hidayat menilai lomba tanglong tidak hanya menjadi ajang kreativitas masyarakat, tetapi juga memiliki makna penting dalam menghidupkan kembali tradisi dan budaya yang dibalut dengan syiar agama.
Tradisi tanglong yang biasanya dilaksanakan pada momentum keagamaan khususnya di Bulan Suci Ramadhan menjadi simbol perpaduan antara budaya daerah dan nilai-nilai religi.
Lomba tanglong ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan tradisi dan budaya masyarakat yang dibalut dengan syiar agama, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Melalui lomba tanglong ini juga, lanjut dia, nilai gotong royong, kebersamaan, dan semangat religius dapat tumbuh secara bersamaan, " tambah Febriyanto Hidayat.
Ia juga juga mengapresiasi antusiasme masyarakat, khususnya para pemuda yang terlibat aktif dalam pembuatan dan penampilan tanglong dengan berbagai bentuk dan desain yang menarik. Peran pemuda sangat penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga tradisi yang menjadi identitas masyarakat tetap terjaga, sekaligus menjadi sarana syiar agama yang positif,” katanya. (ena)
Editor : Ayu Oktaviana