Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

THR Idulfitri 1447 H ASN Pemkab Barsel Belum Cair, Ada Isu Tekanan ke Pegawai

Miftahul Ilma • Kamis, 2 April 2026 | 14:20 WIB
THR pegawai ASN di Barito Selatan berpolemik.
THR pegawai ASN di Barito Selatan berpolemik.

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Polemik belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terus bergulir dan memantik reaksi luas di media sosial. 

Unggahan akun Instagram @_info.x Sabtu (28/3/2026) yang menyoroti keterlambatan pembayaran hingga dugaan tekanan terhadap pegawai menuai ratusan komentar dari warganet.

Baca Juga: THR Idulfitri 1447 bagi ASN Pemkab Barsel Molor, Publik Ramai-ramai Layangkan Kritik

Dalam unggahan itu, disebutkan keluhan ASN, honorer, hingga CPNS terkait THR yang belum diterima justru berujung pada pemanggilan. Bahkan, beredar isu adanya ancaman mutasi hingga pemberhentian bagi mereka yang dianggap terlalu vokal. Kondisi ini membuat publik mempertanyakan transparansi pemerintah daerah.

Sejumlah netizen mengaku terdampak langsung karena THR tak kunjung cair, terutama setelah kebutuhan Lebaran meningkat. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan memenuhi hak pegawai.

“Tolong pak cairkan THR nya kami butuh sekali pasca lebaran dompet kosong melompong buhan pian nyaman duit byk tnggl tunjuk ada bendanya,” tulis akun linayumailia.

Baca Juga: Bupati Barsel Akhirnya Jelaskan Alasan THR ASN Belum Cair Sampai Awal April 2026

Selain keluhan, muncul pula spekulasi dari warganet terkait penyebab keterlambatan tersebut. Beberapa di antaranya menduga adanya persoalan anggaran yang membuat pencairan tidak berjalan normal.

“Thr nya masuk normalisasi anggaran..makanya telat..prediksi ku paling di bayarkan 50%,” komentar ronnie.frisatiyaa.

Tak sedikit yang melontarkan sindiran keras terhadap pemerintah daerah, terutama terkait prioritas penggunaan anggaran. Mereka menilai ada ketimpangan antara pembangunan fisik dengan pemenuhan hak pegawai.

“bikin rumah dinas milliaran bisa, tapi gak bisa bayar THR gimana sihhhh? bikin malu aja, nampak banget ituu nya,” tulis jayadii09.

Baca Juga: Aduan THR 2026 Meningkat, Menaker Yassierli Minta Para Gubernur Gerak Cepat untuk Menindaklanjuti

Nada serupa juga terlihat dari komentar lain yang mengaitkan keterlambatan THR dengan proyek-proyek tertentu yang dinilai tidak mendesak.

“THR-nya jadi kolam renang dan pagar 900jt mungkin,” tulis jonatanwildan77.

Di sisi lain, isu dugaan tekanan terhadap pegawai yang menyuarakan keluhan juga memicu kekhawatiran. Warganet menilai hal tersebut tidak seharusnya terjadi, apalagi menyangkut hak dasar pegawai.

“Menuntut hak kok malah d ancam,” tulis cerinfrediknameini.

Bahkan, ada yang secara terang-terangan mengaku mendapat tekanan setelah menyuarakan hak mereka. Hal ini semakin memperkeruh suasana dan memicu reaksi publik yang lebih luas.

“yang penting bayari dhlu HAK HAK ORANG BANYAK NI… kami cuman meminta hak kami (THR) kok malah disuruh bungkam dan kami di ancam dipindahkan dan diberhentikan jadi ASN,” tulis nobioyet_02.

Minimnya penjelasan resmi dari pemerintah daerah juga menjadi sorotan utama. Warganet menilai keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk meredam spekulasi yang terus berkembang.

“Intinya masyarakat itu maunya transparansi dari Pemkab. Kalau ada kendala ya dijelaskan, bukan dibungkam. Masa harus viral dulu baru klarifikasi,” tulis gerygsr.

Hingga kini, polemik THR di Barito Selatan masih menjadi perbincangan hangat. Publik menanti langkah pemerintah daerah untuk memberikan kejelasan sekaligus memastikan hak para pegawai dapat segera dipenuhi tanpa polemik berkepanjangan. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#hak pegawai #polemik THR #ancaman mutasi #Kabupaten Barito Selatan #tunjangan hari raya THR