Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sejumlah Wilayah di Benua Lima Hilang dari Peta Kalteng, Pemkab Bartim Bahas Tapal Batas Bersama Pemprov Kalteng

Anisa Bahril Wahdah • Minggu, 2 November 2025 | 16:13 WIB
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, menghadiri rapat sinkronisasi peta batas daerah di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, belum lama ini.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, menghadiri rapat sinkronisasi peta batas daerah di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, belum lama ini.

TAMIANG LAYANG - Permasalahan tapal batas masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim).

Untuk mempercepat penyelesaiannya, Pemkab Bartim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat koordinasi terkait sinkronisasi peta batas daerah pasca penetapan Permendagri Nomor 40 Tahun 2018 tentang Batas Daerah Kabupaten Barito Timur (Kalteng) dengan Kabupaten Tabalong (Kalsel).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Plt. Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, belum lama ini.

Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, menjelaskan bahwa sinkronisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat Gubernur Kalimantan Tengah yang telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri.

Dalam pembahasan disebutkan, sebelumnya terdapat beberapa versi peta batas yang diajukan ke pemerintah provinsi.

Setelah dilakukan pembahasan, disepakati hanya ada satu versi peta yang akan diajukan.

Hal ini dilakukan karena penetapan Permendagri Nomor 40 Tahun 2018 sebelumnya dilakukan tanpa adanya kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dan klarifikasi dokumen.

“Kami tentunya mendengarkan arahan dan masukan agar permasalahan tapal batas dapat ditangani dengan cepat. Kami mengikuti apa yang menjadi aturan dan sesuai dengan yang telah ditentukan,” katanya.

Ari menambahkan, pembahasan batas wilayah dengan Kabupaten Tabalong masih menjadi perhatian serius, terutama terkait sejumlah wilayah di Kecamatan Benua Lima yang dinilai hilang atau belum tercantum dalam peta batas terbaru.

Beberapa informasi penting dan dokumen pendukung turut menjadi bahan diskusi dalam rapat tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan berhati-hati dalam mengambil langkah dan tindakan agar permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.

“Apapun hasilnya nanti kami akan laporkan kepada pimpinan agar bisa menjadi acuan langkah yang ditentukan. Kami juga akan berkoordinasi berkaitan dengan tapal batas mana saja yang harus segera diselesaikan,” pungkasnya. (son)

Editor : Anisa Bahril Wahdah
#Bartim #Peta Kalteng #Tapal Batas