SAMPIT – Kasus penumpang yang gagal berangkat melalui Pelabuhan Sampit menuju Surabaya akibat tiket palsu pada Rabu (11/3/2026) pagi menyita perhatian berbagai pihak. Mereka diketahui membeli tiket melalui calo. Sehingga tiket yang didapatkan bukan tiket resmi dari operator pelayaran.
Terkait itu, Manajer Cabang Sampit PT Dharma Lautan Utama (DLU), Kacung Muhadi mengimbau masyarakat agar membeli tiket kapal melalui jalur resmi setelah muncul dugaan kasus tiket palsu yang menimpa sejumlah calon penumpang di Pelabuhan Sampit.
“Kita terus mengingatkan dan arahkan masyarakat untuk membeli tiket melalui aplikasi resmi, website, atau datang langsung ke kantor cabang,” ujarnya.
Menurutnya, alasan jarak tidak lagi menjadi kendala karena pembelian tiket saat ini sudah dapat dilakukan secara daring menggunakan internet dan telepon pintar.
“Kalau alasan mereka terkait jauh itu sebenarnya bisa melalui website. Karena sekarang sudah era digital, selama masih ada internet dan smartphone bisa mengakses pembelian tiket itu,” katanya.
Ia menegaskan apabila ada pihak yang menjual tiket di luar kewenangan perusahaan, maka tiket tersebut tidak akan diakui oleh sistem saat proses check-in.
“Masalah oknum yang menjual atau membeli di luar kewenangan DLU, saat check-in akan ditolak sistem. Jadi itu bukan tanggung jawab kami,” tegasnya.
Ia menambahkan pihaknya telah memberikan solusi kepada calon penumpang yang terdampak dengan menyarankan membeli kembali tiket melalui jalur resmi.
“Tadi kami cek dan solusinya membeli tiket kembali. Yang bersangkutan juga tidak keberatan,” imbuhnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana