MUARA TEWEH - Kunjungan kerja Bupati Barito Utara Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix ke dua pasar tradisional pada Sabtu (20/12/2025) pagi diwarnai berbagai curahan hati dari para pedagang.
Kedatangan mereka yang bertujuan memantau persediaan sembako menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2026 justru menjadi kesempatan publik menyampaikan keluhan serta harapan.
Di Pasar Pendopo, rencana renovasi yang digagas Bupati untuk meningkatkan estetika dan keteraturan pasar disambut positif.
Namun, pedagang seperti Seroja, penjual daging ayam dan ikan patin, menyisipkan harapan pribadi di balik dukungannya terhadap pembenahan tersebut. Ia menyampaikan permohonan khusus terkait tempat usahanya kepada Bupati secara langsung.
“Saya tadi minta ke Pak Bupati kalau bisa saya punya bak sendiri. Saya khawatir nanti bak saya ini diambil yang punya, karena saya cuma meminjam,” ujar Seroja,
Dukungan serupa terhadap renovasi juga diungkapkan pedagang ikan asin, Hidayatil Hadi, yang berharap pasar menjadi lebih tertata.
“Ini rencana bagus, jadinya pasar bisa tertata baik. Tidak lagi seperti ini,” katanya.
Lokasi kunjungan berikutnya, Pasar PBB, justru menyimpan persoalan berbeda yang langsung disampaikan pedagang sayur, Parmini, di hadapan Bupati.
Banyak pedagang liar di area pasar
Keluhan utama mereka adalah keberadaan pasar liar di sekitar pasar resmi yang dinilai sangat merugikan.
Parmini menyatakan ketidakpuasan atas kondisi yang dirasakan tidak adil.
“Tolong Pak Bupati, bantu kami menertibkan pasar liar di depan itu, karena yang bayar di pasar ini kan kami. Di sini sewa lapak mahal, sementara mereka hanya bayar karcis,” protes Parmini.
Parmini menjelaskan lebih detail dampak ekonomi langsung dari persaingan tidak sehat tersebut terhadap kelangsungan usahanya.
“Mereka itu menjual murah, sementara kami seperti biasa normal. Bayangkan saja kacang panjang saya 5 kilo baru bisa habis hampir seminggu, tomat saja itu kurang laku karena di depan menjual lebih murah,” keluhnya.
Merespons semua aspirasi tersebut, Bupati Shalahuddin memberikan janji tindak lanjut yang konkret. Untuk renovasi Pasar Pendopo, ia menyebutkan telah ada alokasi anggaran.
“Nanti saya memanggil Dinas terkait dan UPT-nya. Kalau untuk infrastruktur sarana dan prasarana memang dinas PUPR sudah dianggarkan adanya slotnya untuk rehab pasar,” jelasnya.
Sementara terkait kekacauan di Pasar PBB, Bupati berkomitmen penuh untuk melakukan penertiban guna menciptakan keadilan bagi semua pihak.
“Nanti kita atur, kasihan mereka yang bayar setiap bulan, pajak dan sebagainya, nanti habis barangnya justru yang di area depan,” pungkas Bupati Shalahuddin, menegaskan perlindungan bagi pedagang berizin. (ren)
Editor : Agus Pramono