MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Batara) melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sarana produksi bagi sektor perkebunan dan peternakan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md., kepada perwakilan kelompok tani di Desa Rimba Sari, Kecamatan Teweh Tengah, Senin (22/12).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barito Utara tahun 2025 telah ditetapkan sebesar Rp3,2 triliun.
“Anggaran tersebut merupakan hasil kerja tim bersama seluruh perangkat daerah serta koordinasi yang baik dengan Kementerian Keuangan di Jakarta. Harapannya, seluruh visi, program unggulan, dan program prioritas daerah dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, sejumlah sektor menjadi prioritas pembangunan daerah, di antaranya pertanian, pembangunan infrastruktur seperti jembatan, pendidikan, serta sektor strategis lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan warga yang terdampak bencana di sejumlah wilayah. “Kita juga terus berdoa untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Barito Utara,” tambahnya.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup berbagai komoditas. Untuk sektor perkebunan, disediakan bibit kelapa sawit sebanyak 3.266 batang, bibit kakao 17.200 batang, pupuk NPK dan dolomit sebanyak 168,525 ton, serta pestisida sebanyak 949 liter.
Sementara itu, untuk sektor peternakan disalurkan bantuan berupa sapi sebanyak 921 ekor, kambing 609 ekor, babi 200 ekor, ayam petelur 3.356 ekor, serta pakan ternak sebanyak 8.952 kilogram.
Bantuan tersebut dialokasikan kepada puluhan kelompok tani dan peternak di berbagai kecamatan. Melalui penyaluran bantuan ini, Pemkab Barito Utara berharap dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (ren)
Editor : Kiki Rizqie