Adalah bekas landasan pacu Bandara Beringin di kawasan Jalan Taman Remaja, Kelurasan Lanjas, yang sebelumnya dikenal sebagai Bandara Lama, kini mendadak ramai oleh denyut nadi aktivitas warga.
Fasilitas bandara yang telah berhenti beroperasi itu tidak dibiarkan terlantar. Justru, warga secara mandiri dan kreatif mengalihfungsikannya menjadi sebuah ruang komunitas yang penuh vitalitas.
Sepanjang hari, terutama di sore hari, lokasi tersebut dipadati masyarakat yang berolahraga seperti berlari dan bersepeda, sekaligus menjadi tempat nongkrong favorit untuk menikmati detik-demi detik matahari terbenam.
“Panjang dan kontur lintasannya sangat mendukung untuk dijadikan arena lari dan bersepeda. Jaraknya cukup dan bentuknya memutar, jadi tidak membosankan,” jelas Joshi, salah seorang pengunjung dari Kelurahan Lanjas pada Selasa (20/1/2026)
Daya tarik lokasi ini tidak semata-mata terletak pada fungsi fisiknya. Kehadiran ruang terbuka yang luas dengan pemandangan sekitar menciptakan atmosfer nyaman bagi relaksasi. Sukma, pengunjung dari Melayu, membenarkan hal tersebut.
“Selain untuk lari, suasana di bandara lama juga sangat pas buat menikmati sunset atau sekadar kumpul dan foto-foto bersama teman,” ujarnya.
Sentimen serupa diungkapkan Rio, yang biasa datang dari Jalan Kelapa Sawit.
“Tempat ini sangat bagus dan nyaman untuk kebutuhan olahraga rutin. Saya senang bisa berlatih lari di sini dengan suasana yang berbeda,” tuturnya.
Transformasi Bandara Lama ini menunjukkan bagaimana sebuah aset infrastruktur yang tidak lagi berfungsi utama dapat menemukan napas baru, dimaknai ulang, dan dihidupkan oleh komunitas untuk kepentingan publik, kesehatan, dan interaksi sosial. (ren)
Editor : Agus Pramono