PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran memberi perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah Kalimantan Tengah.
Ia menegaskan tidak ingin melihat jalan provinsi dalam kondisi berlubang yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya saat arus mudik Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat dialog bersama awak media dan lembaga swadaya masyarakat di Istana Isen Mulang, Selasa (10/3/2026).
Menurut Agustiar, perbaikan jalan menjadi hal penting karena akses transportasi yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menjelang Lebaran.
“Sebelum Lebaran saya tidak mau melihat jalan provinsi ada yang berlubang. Kalau ada lubang pasti pemerintah provinsi yang disalahkan. Karena itu kami mengajak seluruh kepala daerah untuk bekerja sama agar masyarakat bisa mudik dengan nyaman,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, Agustiar juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.
Ia menegaskan bahwa visi pembangunan pemerintah provinsi saat ini memang menitikberatkan perhatian pada daerah-daerah yang selama ini masih membutuhkan sentuhan pembangunan lebih besar.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau masyarakat di daerah pedalaman agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Kenapa visi misi kami dari pedalaman? Karena mereka juga harus diperhatikan. Mereka membutuhkan, dan kami ingin pembangunan merata di seluruh Kalteng,” tegasnya.
Dengan pemerataan pembangunan tersebut, pemerintah provinsi berharap kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dapat meningkat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di provinsi tersebut.
Pemudik Meningkat, Tiket Pesawat Masih Tinggi
Harga tiket pesawat untuk sejumlah rute mudik dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menuju kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya masih tergolong tinggi menjelang Lebaran 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan penumpang pada periode mudik.
General Manager Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengatakan secara umum harga tiket pesawat menjelang Lebaran cenderung meningkat atau tetap tinggi karena tingginya permintaan masyarakat untuk bepergian.
“Pada periode menjelang Lebaran harga tiket justru cenderung meningkat atau tetap tinggi karena permintaan penumpang sangat besar. Jika kursi penerbangan sudah banyak terisi, maskapai biasanya tidak menurunkan harga lagi,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Meski demikian, ia menyebut masih ada kemungkinan perubahan harga apabila maskapai menambah kapasitas penerbangan atau masih tersedia kursi pada kelas tarif yang lebih rendah.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program stimulus berupa diskon tiket pesawat sekitar 17 hingga 18 persen untuk periode mudik Lebaran 2026.
Program tersebut didukung kebijakan seperti PPN tiket ekonomi yang ditanggung pemerintah serta pengurangan beberapa komponen biaya operasional penerbangan.
Namun, Darmawan menjelaskan program diskon tersebut memiliki kuota terbatas. Jika kursi promo telah terjual habis, maka harga tiket yang tersisa di sistem maskapai adalah tarif normal.
“Diskon ini berlaku pada periode penerbangan tertentu dan jumlah kursinya terbatas. Jika kuota tiket promo sudah terjual, maka harga yang tersisa adalah tarif normal sesuai ketersediaan kursi di sistem maskapai,” katanya.
Pergerakan Pemudik Diprediksi Meningkat
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah memprediksi pergerakan penumpang pada arus mudik tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengatakan berdasarkan tren pergerakan masyarakat, jumlah pemudik dari wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
“Kalau melihat dari tahun-tahun sebelumnya dan pergerakan sekarang, ada peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Kurang lebih ada tiga ratusan ribu masyarakat yang akan melakukan pergerakan, baik di internal Kalimantan maupun keluar dari Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Menurutnya, moda transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh selama periode mudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga telah menyiapkan tambahan penerbangan atau extra flight.
Yulindra menyebut maskapai Batik Air telah menyiapkan satu penerbangan tambahan rute Palangka Raya–Jakarta yang mulai beroperasi pada 13 hingga 29 Maret.
Selain itu, rute penerbangan baru di wilayah Kalimantan juga mulai dibuka untuk meningkatkan konektivitas daerah.
“Mulai 11 Maret akan dilayani penerbangan oleh Wings Air untuk rute Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun dan Pangkalan Bun–Ketapang. Sementara rute Palangka Raya–Muara Teweh–Banjarmasin juga sudah mulai beroperasi,” jelasnya.
Ia berharap penambahan rute dan penerbangan tersebut dapat membantu meningkatkan konektivitas transportasi di Kalimantan Tengah sekaligus mendukung pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran. (*rif/ovi/ala)
Editor : Ayu Oktaviana