SAMPIT – Harga emas kembali membuat kejutan. Dalam dua pekan terakhir, logam mulia itu terus menanjak hingga menyentuh angka tertinggi sepanjang tahun.
Kondisi ini dirasakan langsung pedagang emas di Sampit yang menyebut kenaikan kali ini terbilang tidak biasa.
Pemilik Toko Emas Mitra, Darsani, mengatakan hampir semua jenis kadar emas ikut terdampak. Dari emas kadar 99, 22, hingga emas 8 karat, semuanya mengalami kenaikan sejak awal September.
“Pergerakan rupiah sempat membuat harga emas ikut melonjak, tapi meski kurs sekarang sudah agak stabil, harga emas justru tidak turun, malah terus naik,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).
Ia menuturkan, emas kadar 99 menjadi yang paling signifikan kenaikannya. Hingga pertengahan September ini, harganya sudah bertambah sekitar Rp200.000 per gram. Sementara untuk kadar di bawahnya, kenaikan berada di kisaran Rp50.000 sampai Rp 100.000 per gram.
“Kalau dulu harga emas 999 masih dikisaran Rp 1,7 jutaan, sekarang sudah menembus Rp 1.920.000 juta per gram,” ungkapnya.
Menurut Darsani, faktor global ikut mendorong lonjakan harga. Ketidakpastian akibat perang dagang, ketegangan di Timur Tengah, serta prediksi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The Fed) membuat emas semakin dicari sebagai aset aman.
“Kalau suku bunga dolar turun, orang lebih banyak beralih ke emas. Memang emas tidak berbunga, tapi kalau naik bisa naik banyak. Itu yang jadi daya tarik,” terangnya.
Ia juga menyebut data pasar spot internasional memperlihatkan harga emas sempat menyentuh level US$ 3.680 per troy ounce.
Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menembus US$ 4.000 per ons dalam waktu dekat, tergantung arah kebijakan ekonomi global.
“Belum pernah setinggi ini sebelumnya. Bisa jadi tahun depan harganya menembus Rp 2 juta per gram. Tapi tetap, kita hanya mengikuti pasar,” kata Darsani.
Meski mahal, minat masyarakat tetap tinggi. Penjualan emas 99 misalnya, justru semakin lancar karena dianggap lebih aman sebagai simpanan.
“Justru saat naik begini, banyak orang yang mencari emas. Mereka khawatir kalau ditunda, harganya bisa makin tinggi lagi,” pungkasnya. (mif)