Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Produksi Padi Kalteng Diprediksi Anjlok, BPS Desak Pemda Siapkan Skenario Ketahanan Pangan

Agus Pramono • Kamis, 6 November 2025 | 18:00 WIB
Panen padi di Belanti.DOK AGUS PRAMONO KALTENG POS
Panen padi di Belanti.DOK AGUS PRAMONO KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Produksi padi di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2025 diperkirakan tidak setinggi tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng memproyeksikan adanya penurunan baik dari sisi luas panen maupun hasil produksi, yang disebut perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah.

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa luas panen padi tahun ini diprediksi hanya mencapai sekitar 96,94 ribu hektare.

Angka tersebut menurun sekitar 14,07 ribu hektare atau 12,68 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat seluas 111,02 ribu hektare.

Tabel produksi padi.
Tabel produksi padi.

“Secara keseluruhan, ada tren penurunan pada luas panen yang berdampak langsung terhadap total produksi gabah di Kalimantan Tengah,” ujar Agnes, Senin (3/11/2025).

Ia menguraikan, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2025 diperkirakan mencapai 329,39 ribu ton, berkurang 36,76 ribu ton atau 10,04 persen dari tahun sebelumnya.


Kapuas, Pulpis, dan Katingan

Kondisi ini, menurutnya, terjadi terutama di beberapa kabupaten penghasil utama seperti Kapuas dan Pulang Pisau, yang selama ini menjadi tumpuan produksi pangan di Bumi Tambun Bungai.

“Penurunan ini cukup terasa di wilayah sentra karena sebagian lahan yang biasanya ditanami padi belum semuanya dapat difungsikan optimal pada musim tanam kali ini,” jelasnya.

Meski demikian, BPS juga mencatat adanya peningkatan produksi di beberapa daerah lain, seperti Kotawaringin Barat dan Seruyan, yang menunjukkan pengelolaan lahan lebih baik serta dukungan irigasi yang relatif stabil.

Adapun Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Katingan masih menjadi tiga daerah penyumbang produksi padi terbesar di Kalteng tahun ini. Sedangkan Murung Raya, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya menempati posisi terendah dalam produksi.

Berdasarkan hasil proyeksi BPS, produksi beras untuk konsumsi penduduk juga menunjukkan kecenderungan serupa. Total produksi beras 2025 diperkirakan 195,66 ribu ton, turun 21,83 ribu ton atau 10,04 persen dibandingkan capaian tahun lalu.

“Angka ini masih bersifat sementara dan menggambarkan potensi. Realisasi bisa berubah tergantung perkembangan pertanaman pada triwulan terakhir tahun ini,” kata Agnes.

Ia menegaskan bahwa hasil proyeksi tersebut dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras di tengah dinamika produksi yang fluktuatif.

“Pemerintah daerah perlu memperhatikan wilayah-wilayah yang mengalami penurunan produksi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tutupnya. (ovi/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#ketahanan pangan #kapuas #produksi pangan #panen padi #kalimantan tengah #Bumi Tambun Bungai #hasil produksi #produksi gabah #gabah kering Giling GKG #padi #beras