PALANGKA RAYA-Kepala Perum Bulog Kanwil Kalteng, Budi Sultika, memaparkan kondisi penyimpanan dan distribusi pangan.
Kapasitas total gudang Bulog Kalteng mencapai 20 ribu ton dan tersebar di sembilan titik, namun masih ada lima kabupaten dari 14 kabupaten/kota yang belum memiliki fasilitas penyimpanan.
“Potensi produksi beras dan gabah di Kalteng besar, tapi infrastruktur pasca panen seperti gudang dan drying perlu ditingkatkan agar hasil panen tidak rusak dan bisa diserap lebih maksimal,” ujar Budi saat pertemuan dengan DPD RI di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (10/11/2025).
Ia juga menyoroti persoalan keterbatasan modal petani serta ketergantungan pada pasokan beras premium dari luar provinsi, yang menyebabkan harga jual di Palangka Raya dan daerah lain menjadi lebih tinggi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, menambahkan bahwa kondisi harga bahan pangan di daerah relatif stabil, meski beberapa komoditas seperti ayam dan telur mengalami kenaikan akibat faktor distribusi dan ongkos kirim dari Jawa dan Sulawesi.
“Kenaikan harga lebih disebabkan oleh tingginya biaya transportasi dan kondisi cuaca yang mempersulit pengiriman. Karena itu, kami berharap dukungan dari DPD RI agar persoalan transportasi dan distribusi pangan ini bisa mendapatkan perhatian pemerintah pusat,” jelasnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa secara umum stok bahan pangan pokok di Kalteng masih aman dan terkendali.(ovi/ram)