Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Beras Masih Terkendali, Dagperin Kalteng Sikat Pedagang yang Naikkan Harga

Agus Pramono • Sabtu, 22 November 2025 | 09:00 WIB
Kepala Dinas Dagperin Kalteng, Norhani
Kepala Dinas Dagperin Kalteng, Norhani

 

PALANGKA RAYA-Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan harga beras di wilayah Kalteng masih berada pada kategori normal.

Meski begitu, masih ditemukan pedagang dan distributor yang menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Dagperin Kalteng, Norhani, saat ditemui di gedung Dprd Pronvinsi Kalteng, Rabu (19/11/2025).

Menurut Norhani, secara umum tidak ada gejolak harga yang signifikan. Konsumsi masyarakat yang lebih banyak menggunakan beras lokal membuat fluktuasi harga beras nasional tidak terlalu berdampak.

“Di sini tidak ada gejolak, masih batas normal,” ujarnya.

Namun, ia membenarkan adanya beberapa pedagang yang kedapatan menjual beras di atas HET. Temuan tersebut terjadi di wilayah Kota Palangka Raya. Dagperin langsung melakukan penindakan berupa pemberian surat teguran kepada distributor terkait.

“Kalau ada pedagang atau distributor yang menaikkan harga, kami sudah memberikan dua surat teguran dan mereka sudah menurunkan harganya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada lagi temuan lanjutan setelah penertiban dilakukan. Kenaikan harga oleh distributor, kata Norhani, bukan semata karena praktik nakal, tetapi dipengaruhi biaya transportasi dan ongkos buruh yang cukup tinggi.

“HET dari pusat sudah mahal. Belum lagi transportasinya membawa ke sini, ditambah upah buruh. Itu yang membuat mereka tidak bisa menahan harga,” katanya.

Sebagai solusi, Dagperin telah menyarankan agar Satgas Pangan mempertimbangkan pemberian subsidi transport kepada distributor maupun pengecer agar harga beras dapat kembali stabil di tingkat pasar. (*rif)

Editor : Ayu Oktaviana
#harga eceran tertinggi (HET) #harga beras #Dinas Perdagangan dan Perindustrian #satgas pangan #distributor #kalimantan tengah #beras lokal #kenaikan harga #Fluktuasi harga beras