Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Gas Elpiji 3 Kilogram Susah Dicari, Kalaupun Dapat Harganya Gila-gilaan, Pangkalan Akui Pasokan Tak Berkurang

Agus Pramono • Selasa, 16 Desember 2025 | 09:27 WIB
Pembelian elpiji oleh warga di Kelurahan Langkai, Senin (15/12/2025).RIFQI/KALTENG POS
Pembelian elpiji oleh warga di Kelurahan Langkai, Senin (15/12/2025).RIFQI/KALTENG POS

PALANGKA RAYA- Isu kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali mencuat di Kota Palangka Raya menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Harga gas elpiji 3 kg di sejumlah warung dilaporkan melonjak hingga Rp38.000-Rp40.000 per tabung, bahkan di daerah lain seperti Barito Utara sempat menyentuh Rp50.000.

"Mahal, susah dicari lagi,"ujar warga.

Padahal, harga gas elpiji 3 kg di pangkalan resmi dijual Rp22.000 per tabung, dengan harga beli dari distributor sebesar Rp18.000.

“Di sini harga tetap Rp22 ribu. Kalau di eceran memang mahal sekali. Itu yang bikin masyarakat ribut dan merasa gas langka,”ujar Ponco pemilik pangkalan Jalan Rajawali Simpang Antang saat ditemui, Senin (15/12/2025).

Ia menilai, mahalnya harga di pengecer memicu kesan seolah-olah terjadi kelangkaan, meski di pangkalan resmi gas masih tersedia.

Apalagi, masyarakat kerap mencari gas ke warung terdekat tanpa mengecek pangkalan resmi.

 

Pasokan ke pangkalan lancar

Namun, pemilik pangkalan resmi elpiji 3 kg di Jalan Rajawali, Simpang Empat Antang, Toko Ponco, menyebut pasokan gas sejatinya masih berjalan normal.

“Kalau dibilang langka, lumayan terasa. Tapi di pangkalan kami, pasokan masih lancar,”katanya.

Ia menjelaskan, pangkalan miliknya menerima kuota tetap sebanyak 150 tabung per pengiriman, dengan distribusi dua kali dalam seminggu, sehingga total pasokan mencapai sekitar 300 tabung per minggu.

Kuota tersebut, kata dia, tidak mengalami pengurangan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari dulu tetap 150. Seminggu dua kali masuk. Tidak ada pengurangan,” katanya.

Meski pasokan di pangkalan relatif stabil, kondisi berbeda terjadi di tingkat pengecer.Untuk menjaga distribusi tepat sasaran, pihaknya menerapkan sistem pembelian menggunakan KTP dan data pelanggan tercatat secara langsung.

Total pelanggan terdaftar di pangkalan tersebut mencapai ratusan kepala keluarga.

“Pembelian harus pakai KTP, datanya ada semua. Jadi sesuai peruntukan,” tegasnya.

Ia menduga lonjakan harga dan keresahan masyarakat dipicu faktor musiman menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Namun ia menilai kondisi tersebut biasanya bersifat sementara.

“Biasanya menjelang Natal saja. Habis itu normal lagi,” katanya.

Pemilik pangkalan memastikan hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait pengurangan kuota dari Pertamina.

Ia berharap pengawasan di tingkat pengecer diperketat agar distribusi gas subsidi tidak menyimpang dan tidak membebani masyarakat kecil. (*rif/ram)

Editor : Agus Pramono
#palangka raya #elpiji 3 kilogram #Natal dan Tahun Baru 2026 #Elpiji 3 Kg Langka