Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hingga Akhir 2025, Transaksi QRIS di Kalteng Capai Puluhan Juta dengan Nilai Triliunan Rupiah

Agus Pramono • Senin, 5 Januari 2026 | 19:30 WIB
Transaksi menggunakan qris.AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Transaksi menggunakan qris.AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

PALANGKA RAYA – Kinerja sistem pembayaran digital di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga triwulan IV 2025, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mengalami pertumbuhan signifikan, baik dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias menyampaikan, volume transaksi QRIS di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 25.234.607 transaksi, dengan nilai transaksi sebesar Rp3,291 triliun.

“Peningkatan ini menunjukkan adopsi transaksi digital oleh masyarakat Kalimantan Tengah terus meluas dan semakin diterima dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujar Yuliansyah dalam pemaparan kinerja sistem pembayaran, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, akselerasi transaksi digital melalui QRIS menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong perekonomian daerah yang lebih efisien, aman, dan inklusif.

Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, digitalisasi pembayaran juga mendukung transparansi dan pencatatan keuangan yang lebih baik.

Di sisi lain, BI juga mencatat perkembangan transaksi tunai. Pada triwulan III 2025, uang kartal yang diedarkan (UYD) di Kalimantan Tengah mencapai Rp2,591 triliun, meningkat 110 persen (year on year).

Kondisi ini mencerminkan kebutuhan uang tunai masyarakat masih tetap terjaga seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi.

“Ke depan, kinerja sistem pembayaran akan terus dijaga melalui penguatan infrastruktur yang andal, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan berkualitas layak edar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Bank Indonesia, lanjut Yuliansyah, terus mendorong akselerasi transaksi digital sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan stabilitas sistem keuangan daerah, sejalan dengan implementasi kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dengan pertumbuhan QRIS yang konsisten, BI optimistis sistem pembayaran digital akan semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang berkelanjutan. (*rif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#transaksi tunai #rupiah #ketersediaan uang tunai #Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Kalteng Yuliansah Andrias #qris #pengendalian inflasi #uang rupiah #pembayaran digital #Quick Respon Code Indonesian Standard #bank indonesia #kalimantan tengah #perekonomian daerah #sistem pembayaran #Uang Layak Edar #pertumbuhan ekonomi #uang tunai #transaksi digital