Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sektor Sawit Masih Ekspansif, Data BPS: Luas Kebun di Kotim Naik Bertahap Sejak 2020

Agus Pramono • Senin, 26 Januari 2026 | 11:59 WIB
Pekerja sawit di Desa Parang Batang Seruyan. DHEA UMILATI/KALTENG POS
Pekerja sawit di Desa Parang Batang Seruyan. DHEA UMILATI/KALTENG POS

SAMPIT-Hamparan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur perlahan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Angkanya memang tidak melonjak tajam, namun pergerakannya konsisten, menandakan sektor ini masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Berdasarkan catatan resmi, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotim menunjukkan tren peningkatan sejak 2020 hingga 2024.

Data tersebut bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah dan telah dihimpun dalam publikasi angka tahun 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, mengungkapkan bahwa pertambahan luasan itu tercatat secara bertahap setiap tahunnya. Menurutnya, tidak ada penurunan luas kebun sawit dalam rentang waktu lima tahun terakhir.

“Kalau dilihat dari data Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah yang termuat dalam publikasi angka 2025, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotim memang terus bertambah,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan data BPS Kotim, pada tahun 2020 luas perkebunan kelapa sawit di Kotim tercatat sekitar 4.594,63 kilometer persegi.

Angka tersebut meningkat pada 2021 menjadi 4.600,31 kilometer persegi, kemudian kembali bertambah pada 2022 hingga mencapai 4.604,12 kilometer persegi.

Kenaikan masih berlanjut pada 2023 dengan luas areal mencapai 4.613,44 kilometer persegi, dan pada 2024 kembali bertambah menjadi 4.621,26 kilometer persegi.

Luasan tersebut merupakan gabungan dari perkebunan besar milik negara, perkebunan swasta, serta perkebunan rakyat.

“Data ini merupakan akumulasi dari seluruh jenis perkebunan sawit yang ada, baik skala besar maupun kebun milik masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pertumbuhan yang relatif stabil ini memberi kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

Meski demikian, Eddy mengingatkan agar ekspansi sawit tetap diiringi dengan pengelolaan yang berwawasan lingkungan.

“Pengembangan perkebunan sawit harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, supaya dampak sosial dan lingkungan bisa ditekan,” tegasnya.

Dengan tren tersebut, sektor kelapa sawit masih dipandang sebagai salah satu tulang punggung pembangunan daerah.

Pemerintah daerah bersama pelaku usaha diharapkan terus mendorong pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. (mif)

Editor : Agus Pramono
#kebun sawit #luas kebun sawit #kotim