SAMPIT – Kurang dari sepekan menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Sampit mulai menunjukkan kenaikan. Meski demikian, pedagang memastikan pasokan barang masih tersedia dan aktivitas jual beli relatif normal.
Dari pantauan harga di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Sabtu (14/2/2026), kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas telur ayam ras.
Dari sebelumnya berada di kisaran Rp58 ribu hingga Rp60 ribu per papan, kini naik menjadi Rp64 ribu hingga Rp66 ribu per papan.
“Telur yang biasanya Rp58 ribu sekarang jadi Rp64 ribu, yang Rp60 ribu jadi Rp66 ribu. Bahkan infonya mau naik lagi,” ujar Ilyas, salah seorang pedagang.
Meski harga naik, pedagang menyebut belum terjadi lonjakan pembelian yang signifikan menjelang Ramadan.
Selain telur, bawang merah juga mengalami kenaikan. Pedagang sembako, Nilam, mengatakan harga bawang merah saat ini berada di angka Rp40 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp42 ribu. Padahal harga normal sebelumnya berkisar Rp35 ribu per kilogram.
“Bawang merah sekarang Rp40 ribu, sempat naik sampai Rp42 ribu. Biasanya Rp35 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, bawang putih masih relatif stabil di harga Rp38 ribu per kilogram. Untuk Minyakita, harga bertahan di kisaran Rp16 ribu per liter.
Menurutnya, kenaikan harga menjelang Ramadan kerap terjadi, salah satunya dipengaruhi faktor distribusi dan operasional pemasok.
“Memang kita mau memasuki bulan suci Ramadan kurang lebih enam hari lagi. Biasanya memang ada harga yang mulai naik. Hal itu karena faktor operasional dan pemasoknya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi di Pulau Jawa yang dilaporkan terdampak banjir sehingga berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi barang ke daerah.
“Daerah Jawa kan kita ketahui banyak yang banjir. Itu salah satu penyebab pasokan agak berkurang,” katanya.
Meski demikian, ia menilai kondisi harga saat ini masih tergolong stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Yang penting barangnya ada. Kalau cuma kenaikan Rp1.000 sampai Rp2.000, saya rasa masyarakat masih bisa beli. Sembako di Kotim ini masih terjangkau,” pungkasnya. (mif)
Editor : Agus Pramono