SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat transaksi emas di Kota Sampit menunjukkan tren yang tak biasa.
Di tengah harga yang terus merangkak naik, minat masyarakat justru semakin tinggi.
Pantauan di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) memperlihatkan aktivitas toko emas yang lebih sibuk dari biasanya. Pengunjung tampak silih berganti mendatangi etalase, memilih perhiasan untuk berbagai keperluan Lebaran.
Pengelola Toko Emas Mitra Baru, Muliana Sari, menyebut lonjakan pembelian mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini cukup signifikan dibanding hari-hari normal.
“Menjelang Lebaran seperti sekarang, penjualan meningkat cukup tajam. Kalau dibandingkan hari biasa, kenaikannya bisa di atas 30 persen,” ujarnya, Jumat(20/3/2026).
Menurutnya, meski harga emas mengalami fluktuasi dan cenderung lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, hal itu tidak menyurutkan minat beli masyarakat.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, memang selisih harganya cukup jauh. Tapi pembeli tetap ramai, artinya minat masyarakat masih tinggi,” katanya.
Ia juga melihat adanya perubahan pola transaksi. Saat ini, jumlah pembeli jauh lebih dominan dibanding penjual.
“Sekarang yang membeli lebih banyak. Perbandingannya bisa sekitar 80 persen pembeli dan 20 persen penjual,” jelasnya.
Fenomena ini dinilai tidak lepas dari kebutuhan masyarakat untuk tampil lebih percaya diri saat merayakan Lebaran, sekaligus memanfaatkan emas sebagai bentuk simpanan nilai.
Harga emas di Sampit sendiri saat ini berada di level tinggi. Emas Antam dibanderol sekitar Rp3,15 juta per gram, sementara emas UBS di kisaran Rp2,95 juta per gram.
Untuk emas murni 24 karat, harga mencapai sekitar Rp2,55 juta per gram. Sedangkan kadar 17 karat berada di angka Rp2,2 juta dan 16 karat sekitar Rp2,05 juta per gram. Pilihan yang lebih terjangkau seperti 8 karat dijual sekitar Rp1,18 juta per gram. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana