PALANGKA RAYA – Ketersediaan tiket pesawat menuju Palangka Raya masih terbatas hingga memasuki minggu ketiga pascalebaran 1447 Hijriah. Tingginya arus balik membuat sejumlah rute dari kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Semarang mengalami kekosongan.
Salah satu warga, Nurizati Salzabilla (19), mengaku kesulitan mendapatkan tiket dari Surabaya ke Palangka Raya dalam waktu dekat.
Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya itu menyebut telah mencoba mencari tiket melalui berbagai aplikasi, namun belum tersedia.
“Saya sudah cari di beberapa aplikasi, tapi untuk beberapa hari ke depan kosong. Tiket baru ada tanggal 11 April,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia mengatakan, keterlambatan kepulangan tersebut cukup berdampak karena memiliki agenda keluarga di kampung halaman.
“Saya ingin cepat pulang karena ada acara pernikahan keluarga. Jadi cukup khawatir kalau tidak keburu,” katanya.
Plt General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menjelaskan fenomena kekosongan tiket penerbangan masuk (inbound) tidak hanya terjadi di Palangka Raya, tetapi juga di seluruh wilayah Kalimantan.
“Dari pantauan di travel agent online, rute dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang menuju Kalimantan kosong hingga 11 April 2026,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat akibat libur panjang yang berdekatan antara Lebaran dan Paskah.
“Kemungkinan karena perpanjangan libur Lebaran yang berdekatan dengan libur Paskah, sehingga arus balik terjadi setelah Paskah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat keterisian penumpang pesawat menuju Palangka Raya saat ini sangat tinggi.
“Untuk inbound mencapai 97 hingga 99 persen, sedangkan outbound sekitar 55 sampai 60 persen,” tambahnya.
Pihak bandara mengimbau masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui kanal resmi.
“Kami imbau masyarakat tetap memantau penjualan tiket di aplikasi resmi,” pungkasnya. (*rif/ala)
Editor : Ayu Oktaviana